Reaktivasi desk koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga teknis, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam satu komando
Jakarta (ANTARA) - Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan secara cepat, terpadu, dan terukur melalui reaktivasi desk koordinasi lintas sektoral di Palembang, Sumatra Selatan.
"Reaktivasi desk koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga teknis, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam satu komando," kata Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Rabu.
Dudung yang saat meresmikan reaktivasi tersebut bersama Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penguatan kesiapsiagaan nasional guna menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau 2026. Fokus utama koordinasi ini adalah menyelaraskan gerak seluruh pemangku kepentingan agar tidak bekerja secara parsial.
Baca juga: Menko Polkam minta 12 daerah rawan karhutla di Sumsel jadi prioritas
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat hadir secara langsung untuk memastikan kesiapan infrastruktur pemadaman dan regulasi lingkungan.
Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru selaku tuan rumah juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pengamanan wilayah dari ancaman api. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam meminimalkan titik api (hotspot) di wilayah rawan.
Melalui desk koordinasi ini, KSP akan terus memantau pelaksanaan kesiapsiagaan karhutla di lapangan sebagai bagian dari dukungan kepada Presiden dalam pengendalian program prioritas. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan strategis terlaksana dengan baik hingga tingkat tapak.
Setiap kendala yang ditemukan di lapangan nantinya akan dikoordinasikan kembali dengan kementerian dan lembaga terkait. Upaya ini dilakukan agar respons pemerintah tetap cepat dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak asap.
Langkah preventif ini bertujuan untuk menekan risiko kerugian sosial, ekonomi, serta lingkungan yang biasanya muncul akibat kebakaran hutan. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekologi sekaligus mengamankan aktivitas ekonomi warga di sekitar kawasan hutan.
Baca juga: Menteri LH minta korporasi aktif cegah karhutla
Baca juga: Menko Polhukam: Sinergi lintas sektor kunci kendalikan karhutla
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.