Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut Future Beauty Talk 2026 menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk membahas tren, teknologi, serta arah pengembangan industri kecantikan yang diharapkan mendorong penguatan inovasi dan keberlanjutan industri kosmetik nasional.

"Industri kecantikan kini berkembang memadukan ilmu pengetahuan, kesehatan menyeluruh, dan tanggung jawab lingkungan," ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data BPOM, industri kosmetik nasional menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan peningkatan sebesar 64 persen serta pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kosmetik sebesar 49 persen dalam periode 2021–2025.

Taruna menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan kepatuhan terhadap aspek keamanan, kemanfaatan, dan mutu guna melindungi masyarakat serta menjaga kepercayaan pasar.

Baca juga: BRIN bidik riset strategis untuk genjot industri kosmetik dalam negeri

Selain itu, pemerintah terus mendorong kemandirian industri kosmetik nasional melalui penguatan riset dan pengembangan bahan baku lokal berbasis biodiversitas Indonesia yang memiliki daya saing tinggi.

Dalam hal ini, BPOM berperan memastikan pengawasan yang kuat sekaligus mendukung inovasi melalui regulasi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis risiko. Termasuk di dalamnya adalah memberikan percepatan layanan perizinan dan pembinaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

Lebih lanjut, Taruna menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain global dalam industri kecantikan dan wellness, didukung oleh kekayaan biodiversitas, pengetahuan tradisional, serta pasar domestik yang besar.

“Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemain global industri kecantikan dan wellness dunia,” tambahnya.

Baca juga: BPOM cabut izin edar 8 kosmetik kewanitaan yang langgar norma susila

Mengusung tema “Beauty Reimagined: Biotech, Wellness and The Next Cosmetic Frontier”, kegiatan ini membahas transformasi industri kecantikan global yang semakin menekankan pendekatan berbasis sains, wellness, dan keberlanjutan.

Future Beauty Talk 2026 diharapkan menjadi katalis dalam pengembangan kosmetik lokal berbasis kearifan alam Indonesia, mulai dari riset hingga produksi, serta mendorong kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat industri kosmetik nasional yang aman, bermutu, dan berdaya saing global.

Senada, CEO Martha Tilaar Group Kilala Tilaar juga menyampaikan harapan dan dorongan bagi para pelaku industri kecantikan Indonesia untuk terus berinovasi dan adaptif terhadap perubahan.

“Ke depan, industri ini tidak hanya berbicara tentang produk, tetapi juga tentang sains, keberlanjutan, dan bagaimana memahami kebutuhan konsumen secara lebih holistik,” tuturnya.

Baca juga: Kemenperin yakin kosmetik hingga parfum jadi pilar penguatan industri

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.