Prevalensi penyakit tidak menular harus turun dengan memperkuat PHBS
Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah menekan prevalensi penyakit tidak menular di masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut tren penyakit tidak menular harus menjadi perhatian serius, meskipun Kota Bandung masih menghadapi pekerjaan rumah lain seperti stunting dan tuberkulosis (TBC).
“Prevalensi penyakit tidak menular harus turun dengan memperkuat PHBS,” kata Wali Kota Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.
Ia mengatakan hasil data kesehatan yang dimiliki Pemkot Bandung menunjukkan pentingnya penguatan pola hidup sehat sejak usia sekolah.
Baca juga: Pemkot Bandung: 85,9 persen masyarakat puas terhadap layanan kesehatan
Menurutnya, edukasi kesehatan harus dimulai dari pengendalian konsumsi garam, gula, dan lemak, pada makanan sehari-hari.
“Harus disikapi dengan melakukan sosialisasi gaya hidup sehat. Donor darah adalah puncak. Namun sebelumnya kita harus meletakkan dasar-dasar yang sangat kuat. Baik hidup sehat dari pengelolaan atau kontrol dari kandungan garam, gula, dan lemak,” ujar Wali Kota Farhan.
Ia menilai sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat. Karena itu Pemkot Bandung akan mendorong pengawasan komposisi makanan yang dikonsumsi pelajar, termasuk pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Itu menjadi salah satu hal yang sangat penting di dunia pendidikan dengan kesehatan, diberikan dukungan kepada bidang pendidikan untuk memastikan agar menu yang diterima di MBG ataupun apa yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah kita itu kandungan jumlah garam dan lemaknya dalam komposisi yang seimbang,” kata Farhan.
Baca juga: Pemkot Bandung hadirkan psikolog ke sekolah deteksi kesehatan mental
Selain pengaturan pola makan, lanjut dia, Pemkot Bandung juga akan memperkuat aktivitas fisik melalui program olahraga rutin bagi siswa sekolah.
Ia menjelaskan penguatan PHBS tidak bisa dilakukan secara parsial. Seluruh program kesehatan, teknologi, hingga inovasi di Kota Bandung harus terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Agar semua program, semua teknologi ataupun inovasi yang ada di Kota Bandung terintegrasi berpusat untuk kepentingan masyarakat Bandung,” ucap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Baca juga: Pemkot perkuat penanganan kebersihan melalui program Sasapu Bandung
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.