Istanbul (ANTARA) - Perdana Menteri Spanyol menyerukan Komisi Eropa untuk mengambil langkah-langkah guna melindungi independensi Mahkamah Pidana Internasional dan PBB dan upaya kedua badan tersebut untuk mengakhiri genosida di Gaza.

“Kami meminta Komisi untuk mengaktifkan Instrumen Anti-Koersi, untuk melindungi independensi Mahkamah Pidana Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan tindakan mereka untuk mengakhiri genosida di Gaza,” kata Pedro Sanchez di X, Rabu.

Ia mengatakan Spanyol “tidak akan berpaling” dan memperingatkan bahwa pemberian sanksi kepada mereka yang membela keadilan internasional akan berisiko merusak sistem hak asasi manusia.

Uni Eropa tidak dapat tetap menjadi penonton “dalam menghadapi penganiayaan ini,” tambahnya.

Tentara Israel telah membunuh lebih dari 72.600 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 172.000 orang dalam serangan mematikan di Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober lalu, Israel menolak untuk mengizinkan masuknya pasokan bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang telah disepakati ke wilayah tersebut, di mana sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk 1,5 juta pengungsi, menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat buruk.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Spanyol terima kapal pesiar terkait hantavirus di Kepulauan Canary

Baca juga: Spanyol menolak ikut operasi militer di Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.