Washington (ANTARA) - Pemerintahan Presiden Donald Trump menilai Iran sebagai ancaman utama yang datang dari Timur Tengah, menurut Strategi Kontraterorisme Amerika Serikat.
“Ancaman terbesar bagi Amerika Serikat yang berasal dari Timur Tengah datang khususnya dari Iran, baik secara langsung melalui kemampuan nuklir dan misilnya, maupun secara tidak langsung lewat miliaran dolar yang disalurkan kepada kelompok teror proksinya, termasuk Hezbollah,” demikian isi dokumen tersebut seperti dikutip RIA Novosti.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.
Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, sehingga Trump memperpanjang penghentian pertempuran untuk memberi waktu bagi Iran menyusun “proposal terpadu.”
Ketegangan tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang mendorong kenaikan harga energi.
Pada Minggu malam, Trump mengumumkan operasi Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar dapat keluar.
Namun, pada Selasa, ia menyatakan akan menunda operasi tersebut sementara waktu untuk melihat kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: China respons Trump, tegaskan kedaulatan harus dihormati di Hormuz
Baca juga: Trump: Kesepakatan dengan Iran sangat mungkin tercapai
Baca juga: Trump: Perang AS-Israel dapat berakhir jika Iran setuju
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.