Jakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyoroti temuan hasil penelitian laboratorium terhadap ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta, yang diketahui mengandung bakteri berbahaya bagi kesehatan.
"Berdasarkan hasil laboratorium, ikan sapu-sapu terdapat patogen dan residu logam berat yang berbahaya bagi kesehatan," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok dalam webinar bertema "Dari Sungai ke Literasi" yang membahas fenomena ikan sapu-sapu di perairan Jakarta, di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan pemeriksaan itu dilakukan melalui pengambilan sampel di empat titik di wilayah Jakarta.
"Ada dua titik di Jakarta Selatan, satu di Jakarta Pusat, dan satu di Jakarta Barat," ujar Hasudungan.
Dari hasil pengujian laboratorium tersebut, kata dia, ditemukan kandungan residu mikroba di atas ambang batas yang telah ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menurut dia, ikan sapu-sapu mengandung sejumlah bakteri patogen berbahaya, di antaranya E. coli dan Salmonella.
"Ternyata, residu mikrobanya juga di atas ambang batas yang sudah ditetapkan oleh BPOM," ucap Hasudungan.
Baca juga: Dinas KPKP DKI targetkan populasi ikan sapu-sapu turun jadi 20 persen
Dia menjelaskan keberadaan bakteri tersebut sangat berbahaya apabila sampai menginfeksi manusia.
Selain kandungan bakteri, Dinas KPKP DKI juga menemukan ancaman lain berupa residu logam berat pada ikan sapu-sapu yang hidup di perairan yang tercemar.
Hasudungan menyebutkan temuan itu menjadi salah satu alasan kuat ikan sapu-sapu tidak layak dijadikan bahan konsumsi masyarakat.
Oleh karena itu, sambung dia, pemerintah terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan invasif tersebut meskipun sempat muncul berbagai tren pengolahan ikan sapu-sapu menjadi makanan.
Hasudungan menambahkan persoalan ikan sapu-sapu bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem sungai.
Dinas KPKP DKI pun terus memperkuat edukasi publik dan kolaborasi lintas daerah dalam pengendalian ikan sapu-sapu di Jakarta dan wilayah penyangga.
Sebelumnya, Dinas KPKP DKI mencatat sebanyak 68.880 ekor ikan sapu-sapu ditangkap dalam kegiatan serentak di lima wilayah yang dilaksanakan pada 17 April 2026. Total hasil tangkapan ikan sapu-sapu itu mencapai 6.979,5 kilogram (kg) atau setara 6,98 ton.
Berdasarkan data Dinas KPKP DKI, hasil tangkapan terbesar berasal dari wilayah Jakarta Selatan dengan jumlah 63.600 ekor atau setara 5.300 kg dari kawasan Setu Babakan, sementara wilayah Jakarta Timur menghasilkan 4.128 ekor dengan total berat 825,5 kg dari 10 titik kecamatan.
Baca juga: Pemkot Jaktim jadi pelopor webinar lingkungan terkait ikan sapu-sapu
Baca juga: Terlanjur makan siomai ikan sapu-sapu? Ini kata peneliti BRIN
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.