Jakarta (ANTARA) -

Sosiolog Imam Prasodjo mengemukakan bahwa kebanyakan kaum muda sekarang, termasuk generasi Milenial dan Gen Z, memiliki ukuran hidup nyaman yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

"Kalau generasi dulu ukuran nyaman itu rumah besar, tanah, mobil. Kalau generasi sekarang lebih ke fleksibilitas hidupnya," kata Imam saat dihubungi oleh ANTARA pada Kamis.

Menurut dia, generasi muda saat ini umumnya cenderung lebih mengutamakan fleksibilitas, mobilitas, dan kemudahan akses ke fasilitas umum ketimbang kepemilikan aset fisik seperti rumah atau kendaraan pribadi.

Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia itu mengatakan, kecenderungan itu utamanya berkembang dalam masyarakat di perkotaan dengan pelayanan transportasi publik dan fasilitas umum memadai.

"Kalau di kota besar atau negara maju, public facility (fasilitas umum) buat mereka lebih nyaman daripada punya mobil sendiri," katanya.

Imam mengatakan bahwa generasi muda di perkotaan juga banyak yang memilih tempat tinggal yang praktis seperti apartemen studio, rumah sewa, atau indekos yang dianggap lebih sesuai dengan gaya hidup mereka yang dinamis.

Menurut dia, kecenderungan kaum muda sekarang dalam memilih tempat tinggal antara lain dipengaruhi oleh perubahan struktur sistem sosial.

"Kalau dulu orang hidup dalam keluarga besar sehingga rumah menjadi penting. Sekarang keluarga lebih kecil, mobilitas tinggi, jadi kebutuhan tempat tinggal juga berubah," ia menjelaskan.

Baca juga: Penduduk Jakarta didominasi generasi Milenial menurut survei

Imam mengemukakan bahwa generasi muda saat ini banyak pula yang lebih mengutamakan pengalaman dan mobilitas ketimbang kepemilikan aset statis.

Di antara generasi muda sekarang tidak sedikit yang mengarahkan lebih banyak pengeluarannya untuk perjalanan, aktivitas sosial, dan kebutuhan gaya hidup dibandingkan untuk membeli rumah atau kendaraan.

"Kalau punya uang, mereka cenderung memilih traveling atau pengalaman lain. Jadi bukan berarti sederhana, tapi prioritas pengeluarannya berbeda," kata Imam.

Namun, dia mengatakan bahwa pola hidup semacam itu tidak diterapkan oleh seluruh generasi muda sekarang. Karena, tidak semua generasi tinggal di wilayah dengan infrastruktur dan struktur sosial yang sama.

Sebagai gambaran, Imam menjelaskan, kaum muda yang tinggal di perdesaan umumnya membutuhkan rumah tapak dan kendaraan pribadi karena fasilitas publik dan sarana pendukung mobilitas harian di wilayah mereka masih terbatas.

Baca juga: Gaya hidup serba digital berpengaruh pada angka kunjungan ke mal

Baca juga: Dokter jelaskan tiga tingkatan mencapai perubahan gaya hidup

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.