Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memastikan kesiapan dalam melayani masyarakat menunaikan ibadah kurban Idul Adha 2026 melalui penguatan layanan serta optimalisasi program kurban dan dam.
Pimpinan Baznas RI Bidang Keuangan, Digitalisasi, dan Operasional Mokhamad Mahdum dalam keterangan di Jakarta, Kamis, menegaskan momentum Idul Adha harus direspons dengan kerja kolektif seluruh jajaran Baznas di Indonesia.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam memaksimalkan potensi kurban tahun ini.
"Momentum kurban sudah di depan mata. Kami berharap seluruh Baznas di Indonesia dapat bergerak bersama untuk mengoptimalkan potensi kurban," katanya.
Baca juga: Seorang mustahik penerima beasiswa Baznas sukses buka akses pendidikan
Lebih lanjut, Direktur Pengumpulan Perorangan Baznas RI Fitriansyah Agus Setiawan menjelaskan penguatan layanan dilakukan melalui optimalisasi berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital, serta kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas partisipasi masyarakat.
Ia menambahkan strategi penguatan juga dilakukan melalui pendekatan fundraising by law dan fundraising by marketing, termasuk melibatkan ASN, pegawai BUMN/BUMD, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta pemanfaatan platform digital.
Diketahui, distribusi kurban Baznas pada 2026 ditargetkan menjangkau hingga 6.000 hewan setara domba atau kambing, sementara program dam diproyeksikan mencapai 10.000 setara domba atau kambing.
Hingga saat ini, telah terkonsolidasi sebanyak 2.781 ekor ternak dari Balai Ternak Baznas dan mitra pemberdayaan peternak.
Melalui upaya ini, Baznas berharap pelaksanaan kurban 2026 dapat berjalan optimal, memberikan manfaat yang luas, serta memperkuat kesejahteraan peternak dan masyarakat penerima manfaat.
Baca juga: Kemensos-Baznas manfaatkan ZIS untuk pemberdayaan dan perumahan rakyat
Baca juga: Baznas berdayakan peternak mustahik Lamongan untuk pasok hewan kurban
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.