Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan hunian layak dan gizi seimbang melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) penting untuk kemandirian keluarga.
Ibas, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Jumat mengatakan hunian yang layak menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga. Rumah yang baik diyakini berkontribusi positif pada kesehatan dan ketahanan keluarga.
Menurut dia, program BSPS telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Setidaknya ada 15 rumah yang telah dibenahi melalui program BSPS atau bedah rumah dari pemerintah pusat, dan saat ini sudah tuntas," katanya.
Tidak hanya pada aspek sosial, dia juga mengatakan program tersebut juga memiliki dampak ekonomi karena pembangunan rumah ikut menggerakkan roda ekonomi desa.
"Melalui program ini, ekonomi desa ikut bergerak. Material seperti batu, kayu, paku hingga genteng berputar di desa kita. Program yang terlihat sederhana ini ternyata sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Selain itu, Ibas menyoroti pentingnya program MBG sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dia menyampaikan program itu bertujuan menekan angka stunting dan memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi cukup.
"Program makan bergizi gratis ini penting untuk menurunkan stunting. Tidak boleh ada anak-anak kita yang kelaparan atau kekurangan gizi," katanya.
Ia melanjutkan jika program tersebut berjalan tepat sasaran, dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Kebutuhan beras, daging ayam, sayur, dan buah akan meningkat dan berputar di desa kita," ujarnya.
Adapun Ibas pada Selasa (5/5) meninjau program BSPS di Pacitan, Jawa Timur, sekaligus memberikan sosialisasi terkait program MBG. Kegiatan bertajuk Hunian Layak, Keluarga Kuat, Desa Mandiri Bermartabat itu diikuti oleh lebih dari 500 warga Ngadirejo, Pacitan.
Pada kesempatan itu, dia juga menyinggung pentingnya dukungan terhadap sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi desa. Menurut dia, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dapat membantu distribusi kebutuhan petani, termasuk pupuk.
"Koperasi Merah Putih bisa menjadi solusi distribusi pupuk dan kebutuhan pertanian agar lebih mudah diakses oleh kelompok tani," katanya.
Ibas turut mendorong penguatan infrastruktur pertanian, khususnya sistem irigasi. Ia menilai, ketersediaan air menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
"Kami terus mendorong perbaikan saluran irigasi agar lahan pertanian tidak kekurangan air serta mendukung penggunaan alat pertanian yang lebih modern agar hasilnya semakin optimal," ucap dia.
Baca juga: Ibas: Generasi muda jadi motor utama perkembangan ekonomi digital
Baca juga: Ibas dorong kedaulatan informasi digital lewat kolaborasi multipihak
Baca juga: Ibas: Lembaga dan mahasiswa perlu bersinergi hadapi tantangan hukum
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.