Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bakal membantu menambah jumlah guru bahasa Jepang untuk Program Kelas Migran Vokasi di Provinsi Lampung.

"Pak Wapres ingin membantu mengirimkan guru bahasa Jepang dari pusat ke Lampung. Secepatnya, ini lagi koordinasi. Tadi Japan Foundation sudah hadir, Direktur Japan Foundation juga sudah datang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico usai kunjungan Wapres di SMKN 4 Bandarlampung, Jumat.

Menurut dia, penambahan guru bahasa Jepang sangat penting bagi siswa.

"Selain itu dengan adanya tambahan guru bahasa Jepang dari pusat akan mempercepat realisasi program ini," kata dia.

Kemudian, lanjut Thomas, Wapres Gibran juga ingin membantu agar tes ujian kompetensi berbahasa Jepang bisa diadakan di Provinsi Lampung, sehingga bisa membantu penghematan biaya.

Baca juga: Wamendes: Pelatihan bahasa asing buka peluang kerja global warga desa

"Selama ini, peserta asal Lampung harus mengikuti tes di Jakarta, Palembang, atau Medan. Kondisi ini tentu memberatkan, terutama bagi peserta dari keluarga menengah ke bawah. Nah Wapres ingin bantu agar tes ini bisa di Lampung," kata dia.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada kelas migran vokasi terdapat 620 siswa yang dinilai siap untuk mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang level N4.

"Dari total 8.500 peserta awal, proses penyaringan kini mengerucut menjadi sekitar 620 orang yang dinilai siap mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang level N4," kata dia.

Peserta yang lolos nantinya akan menjalani pemantapan bahasa dan pembelajaran budaya Jepang selama tiga bulan sebelum diberangkatkan.

“Langkahnya adalah pemantapan, kemudian bagaimana budaya, belajar budaya selama tiga bulan ke depan sehingga nanti pada saat mereka berangkat betul-betul siap,” kata dia.

Baca juga: Kemendikdasmen: Guru SD harus punya kemampuan bahasa Inggris
Baca juga: Kemendes harap pelatihan bahasa Jepang dongkrak ekonomi desa

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.