Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menangkap sebanyak 122 kilogram ikan sapu-sapu di Kali Banjir Kanal Barat, wilayah Kelurahan Jati Pulo, Palmerah, Jumat.

"Hari kita ada penangkapan lagi di Kali Banjir Kanal Barat. Di sana tadi ikannya besar-besar ya, ada yang lebih dari satu kilogram. Kita tangkap 111 ekor, total beratnya 122 kilogram," kata Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jakarta Barat, Aas Asih saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat malam.

Penangkapan ikan dilakukan menggunakan jala ikan dan perahu karet bantuan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup. "Seperti biasa, setelah kita tangkap, sapu-sapunya dikubur," katanya.

Dia menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu dinilai memiliki sifat yang invasif sehingga berbahaya bagi populasi ikan lain di Kali Taman Semanan Indah.

"Jadi, dia berkembang biasanya cepat sekali, sehingga ikan lokal nanti terdesak," tuturnya.

Selain itu, spesies ikan ini juga membuat lubang pada dinding turap yang membuat turap cepat rapuh. "Memang sifat ikan sapu-sapu itu, dia melubangi tembok untuk berliang. Jadi kan nanti bisa merusak turap saluran-saluran yang ada di wilayah Jakarta," ujar Aas.

Ikan sapu-sapu juga kerap diburu oknum tertentu untuk dijadikan olahan seperti siomay. "Dikhawatirkan, kalau ada masyarakat yang mengkonsumsi itu (olahan ikan sapu-sapu) secara terus-menerus, dia (logam berat) terakumulasi dalam tubuh manusia. Makanya, (ikan sapu-sapu) mesti dibasmi," kata Aas.

Baca juga: Ikan sapu-sapu mengandung protein dan logam berat

Baca juga: Pemkot Jakbar basmi 234 kg ikan sapu-sapu dengan dikubur

Baca juga: Sudin KPKP Jakbar petakan titik lanjutan pembasmian ikan sapu-sapu

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.