UMKM lokal asli Indonesia bisa terkenal sampai ke mancanegara

Kendari (ANTARA) - Wamendagri RI Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa perhelatan forum United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan momentum untuk mendorong sektor UMKM dan pariwisata Indonesia menembus pasar global.

Wamendagri RI Akhmad Wiyagus saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara, memiliki potensi pariwisata dan kerajinan lokal melimpah yang harus dipromosikan secara masif melalui forum internasional tersebut.

"UMKM lokal asli Indonesia bisa terkenal sampai ke mancanegara. Mulai dari ekspor barang karbon aktif, ikan kerapu macan, hingga bidang fesyen yang tidak kalah mendunia," ujar Akhmad saat memberikan sambutan di Kendari.

Ia menjelaskan bahwa melalui forum ini, Kemendagri mengusulkan lima rencana aksi bersama. Salah satu poin utamanya adalah peningkatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM lokal sebagai penunjang pariwisata berkelanjutan.

Menurut Akhmad, UCLG ASPAC juga menjadi wadah strategis untuk membentuk jejaring serta memperkuat kolaborasi antarpemerintah daerah dalam mewujudkan pengembangan wisata yang berkelanjutan.

"Kemudian mendorong ekonomi inklusif berbasis pengembangan wisata berkelanjutan, serta menerapkan prinsip dan pemanfaatan transformasi digital," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pemanfaatan transformasi digital di bidang pariwisata memungkinkan pengelolaan destinasi dipantau secara akurat, terutama terkait dampaknya terhadap lingkungan. Hal ini bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan tanpa merusak ekosistem alam.

Kemendagri, lanjut Akhmad, menginginkan setiap destinasi wisata di daerah memiliki narasi budaya yang kuat. Dengan begitu, wisatawan yang berkunjung tidak sekadar berfoto, tetapi juga mengapresiasi nilai filosofis kerajinan dan kuliner di daerah tersebut.

Ia mencontohkan sejumlah daerah yang telah memiliki identitas kerajinan kuat, seperti Jawa Timur sebagai sentra perajin kulit, kerajinan emas dan perak di Bali, sentra batik di Yogyakarta, industri kerajinan di Sumatera Utara, hingga tas noken di Papua.

"Termasuk Sulawesi Tenggara yang terkenal dengan kerajinan lokal dan berbagai potensi pariwisatanya," tambah Akhmad.

Terkait sektor pariwisata, ia mengingatkan bahwa terdapat 10 kawasan prioritas penunjang pariwisata di Indonesia, yang salah satunya berada di Sulawesi Tenggara, yakni Wakatobi.

Dengan status kawasan prioritas tersebut, pemerintah berkomitmen fokus membangun fasilitas berkelas dunia. Tujuannya adalah mendistribusikan pergerakan wisatawan agar tidak menumpuk di satu titik destinasi saja.

"Sehingga pusat pertumbuhan ekonomi baru dapat bertumbuh di seluruh pelosok secara adil dan merata," sebut Akhmad.

Baca juga: Pemkab Musi Banyuasin-Sumsel wakili Asia Tenggara di UCLG ASPAC

Baca juga: Kemendagri dan UCLG ASPAC berkolaborasi tingkatkan kapasitas pemda

Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.