Beijing (ANTARA) - Institut Xinhua, sebuah lembaga kajian yang berafiliasi dengan Kantor Berita Xinhua, merilis sebuah laporan berjudul "Teori Pemberdayaan Budaya: Kesadaran Budaya Tiongkok dalam Melangkah Menuju Pembangunan Berkualitas Tinggi".
Laporan itu diterbitkan dalam sebuah forum tentang pertukaran dan pembelajaran bersama antarperadaban untuk memperingati 20 tahun kemitraan strategis komprehensif China-Yunani, Kamis.
Laporan tersebut secara sistematis menguraikan logika mendasar dari pemberdayaan pembangunan ekonomi dan sosial melalui budaya, beserta praktik, metodologi, dan inspirasi global China di bidang ini.
Bagi China, memberdayakan pembangunan ekonomi dan sosial dengan budaya merupakan tuntutan yang tak terelakkan untuk tahap pembangunan baru, serta pilihan strategis di tengah lanskap global yang terus berkembang dalam persaingan dan kerja sama antarperadaban, papar laporan itu.
Dipandu oleh Pemikiran Xi Jinping tentang Budaya, China memanfaatkan kebudayaan untuk menumbuhkan pendorong baru pertumbuhan ekonomi, membangkitkan vitalitas konsumen, mempromosikan tata kelola sosial yang efektif, serta membangun momentum untuk pembangunan, lanjut laporan tersebut.
Para akademisi yang menghadiri forum itu menyatakan bahwa pemberdayaan pembangunan ekonomi dan sosial melalui budaya memberikan panduan teoretis yang penting serta langkah-langkah praktis untuk mengatasi hambatan-hambatan pembangunan global, mendorong kemajuan material sekaligus kemajuan budaya dan etika, serta membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.