Jakarta (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan kader dasawisma berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesejahteraan keluarga, salah satunya bagi ibu hamil.
"Jakarta sedang berusaha terus untuk bisa memperbaiki kesejahteraan warganya, baik yang tinggal maupun yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta," kata Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam siniar Carik Jakarta yang dipantau di Jakarta, Sabtu.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas PPAPP DKI, yaitu dengan menghadirkan fitur bagi ibu hamil dalam aplikasi pendataan keluarga Carik Jakarta. Fitur ini bermanfaat untuk memverifikasi kondisi ibu hamil, memantau risiko kehamilan, serta menyinkronkan data pasangan usia subur.
Fitur untuk ibu hamil itu mempermudah pelaporan dan intervensi layanan kesehatan di Jakarta.
"Pendataan ibu hamil ini diharapkan bisa memberikan kami informasi yang detail, kemudian yang tepat dan cepat," ujar Dwi.
Baca juga: Jakbar hadirkan CINTA untuk ibu hamil
Dia pun berharap para kader dasawisma bukan hanya melakukan pendataan, tetapi juga memanfaatkan fitur tersebut untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat, terutama ibu hamil dan keluarganya.
"Termasuk orang-orang yang bisa mempengaruhi keputusan ibu hamil, dan juga kita harus mengedukasi orang-orang yang di sekitar ibu hamil supaya mereka bisa mengambil keputusan yang memang tepat sesuai kebutuhan," tutur Dwi.
Lebih lanjut, dia menegaskan peran kader dasawisma bukan hanya sebagai pelaksana teknis, tetapi juga ujung tombak dalam menyambungkan informasi dan pemberdayaan masyarakat.
Para kader dasawisma, kata dia, harus bersinergi dengan kader-kader lain yang ada di wilayah, seperti kader kesehatan, posyandu, dan juru pemantau jentik (jumatik).
"Dengan fitur (ibu hamil) ini, nanti bisa membantu untuk bertemu rutin setiap bulan dengan seluruh keluarga, baik yang sudah kita ketahui sedang hamil atau juga bisa berpotensi ketemu ibu hamil baru," ungkap Dwi.
Baca juga: Jakarta mulai beri sarapan gratis untuk balita dan ibu hamil
Baca juga: DKI jadikan posyandu awal pemantauan kondisi balita dan ibu hamil
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.