Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menilai Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memiliki peluang besar berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di kawasan timur Indonesia.

Hal tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam peringatan HUT ke-195 Kota Kendari, Sabtu, Wiyagus mengatakan posisi strategis Kendari sebagai gerbang logistik, perdagangan, dan jasa di Sulawesi Tenggara menjadi modal penting untuk mendorong transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Kota yang modern namun tetap menjaga akar budayanya. Kota yang ambisius secara ekonomi namun tetap inklusif secara sosial,” ujar Wiyagus dalam keterangannya diterima di Jakarta.

Ia menilai penyelenggaraan forum United Cities and Local Government (UCLG) ASPAC 2026 di Kendari menjadi pengakuan internasional atas kapasitas daerah dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan perkotaan.

Menurut dia, pembangunan Kendari dinilai berhasil memadukan penguatan infrastruktur dengan pelestarian budaya lokal, sehingga mampu meningkatkan daya tarik investasi dan memperluas jejaring kerja sama internasional.

Wiyagus juga menyoroti capaian ekonomi Kendari yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,16 persen atau melampaui rata-rata nasional, dengan tingkat inflasi terkendali di angka 2,96 persen melalui penguatan kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Selain itu, Kendari mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 86,36 yang menempatkan kota tersebut pada posisi keenam nasional.

Menurut Wiyagus, capaian tersebut menunjukkan investasi pemerintah daerah pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan pendapatan masyarakat mulai memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup warga.

Ia menambahkan, optimalisasi potensi ekonomi biru di kawasan Teluk Kendari juga dapat menjadi pengungkit pengembangan pariwisata bahari terintegrasi sekaligus pusat distribusi komoditas unggulan dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

“Dengan dukungan infrastruktur berstandar internasional dan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, Kendari dinilai memiliki syarat lengkap untuk bertransformasi menjadi episentrum ekonomi kreatif dan pusat industri MICE di kawasan timur Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wiyagus juga mendorong penguatan tata kelola pemerintahan berbasis transparansi dan digitalisasi, percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan kota berkelanjutan, penguatan pendidikan vokasi, serta ketahanan sosial dan budaya berbasis kearifan lokal.

Ia berharap momentum HUT ke-195 Kota Kendari dapat menjadi pendorong percepatan pembangunan daerah yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga: Wakil Ketua MPR sebut UMKM harus dioptimalisasi jadi rantai pasok MICE

Baca juga: Wamenpar tekankan pentingnya kontribusi MICE di sektor pariwisata

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.