Saya minta masyarakat Belitung tidak panik kekurangan beras dan kebutuhan pangan yang lain meskipun berada di kepulauan, karena stok di gudang Bulog masih aman,
Tanjungpandan (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Darmansyah Husein memastikan stok berat untuk masyarakat di Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih aman untuk kebutuhan pangan selama beberapa bulan ke depan.
Hal itu disampaikan Darmansyah Husein di Tanjungpandan, Sabtu usai meninjau gudang Perum Bulog Cabang Belitung.
"Saya minta masyarakat Belitung tidak panik kekurangan beras dan kebutuhan pangan yang lain meskipun berada di kepulauan, karena stok di gudang Bulog masih aman," jelas dia.
Ia menyebut, kondisi geopolitik di Timur Tegah tidak mengganggu ketahanan pangan nasional karena pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produksi dan melakukan diversifikasi pangan.
Baca juga: Komisi VI-Bulog jamin pasokan beras Sumbar mencukupi hingga awal 2027
"Saya mengapresiasi langkah Bulog yang sedang menyalurkan program bantuan pangan yang dinilai sangat membantu masyarakat di daerah," katanya.
Darmansyah Husein menyarankan pemerintah Kabupaten Belitung untuk terus memacu produksi beras lokal guna mempertahankan swasembada pangan yang telah dicapai Indonesia.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Cabang Belitung, Syahrianza Rahman mengatakan, stok beras medium di gudang Perum Bulog Cabang Belitung tersedia sebanyak 877 ton, beras premium 22 ton, dan minyak goreng 142.000 liter.
Dia memastikan stok beras dan kebutuhan pokok masyarakat yang lain mampu memenuhi kebutuhan selama beberapa bulan ke depan, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir.
Baca juga: Dirut Bulog: Stok beras 5,23 juta ton aman hingga tahun depan
"Kami pastikan stok beras dan minyak goreng aman. Saat ini program bantuan pangan juga sedang bergulir kepada masyarakat," ujar Syahrianza.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.