Kairo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Jassim Al-Thani pada Sabtu (9/5) mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk mengambil sikap yang mencerminkan "tanggung jawab" dan "kearifan".
Dalam percakapan via telepon, kedua diplomat tinggi tersebut menyerukan agar penyelesaian perselisihan sepenuhnya mengandalkan jalur diplomasi, seraya menekankan pentingnya mendukung proses negosiasi antara kedua belah pihak, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.
Kedua pejabat itu juga meninjau perkembangan jalur perundingan antara Washington dan Teheran, serta menekankan bahwa keberlanjutan keamanan dan stabilitas regional pada dasarnya bergantung pada pengutamaan solusi politik dengan cara yang menjaga sumber daya dari masyarakat di kawasan tersebut.
Sebelumnya pada 28 Februari, Israel dan AS meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran. Gencatan senjata tercapai antara pihak-pihak yang bertikai pada 8 April, yang kemudian diikuti oleh putaran perundingan damai yang panjang di Pakistan, namun gagal menghasilkan sebuah kesepakatan.
Meski berbagai pihak telah melakukan upaya diplomatik, bentrokan kembali pecah baru-baru ini di dalam dan sekitar Selat Hormuz, yang melibatkan serangan AS terhadap kapal-kapal dan wilayah pesisir Iran, serta serangan rudal dan drone Iran yang menyasar kapal perusak milik AS.
Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.