Pers itu perannya enggak akan tergusur
Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa politik kemarin (10/5) menjadi sorotan, mulai dari ANTARA sebut pers perlu jaga profesionalisme di tengah disrupsi informasi hingga Anggota DPR ingatkan sebuah event harus berakar pada nilai kemanusiaan berkelanjutan.
Berikut rangkuman ANTARA untuk berita politik kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:
1. ANTARA: Pers perlu jaga profesionalisme di tengah disrupsi informasi
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menilai momentum World Press Freedom Day 2026 menjadi pengingat bagi media untuk menjaga profesionalisme dan tanggung jawab sosial di tengah disrupsi informasi digital.
“Bagi saya kebebasan pers adalah hak asasi. Masalahnya sekarang, di tengah era informasi yang begitu terdisrupsi, pers perlu membentuk dirinya menjadi lebih profesional,” kata Benny seusai mengikuti kegiatan Fun Walk Hari Kebebasan Pers Sedunia di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan media arus utama masih memiliki keunggulan daya saing karena lebih dikenal publik dan mampu menjadi cerminan kondisi masyarakat.
Baca selengkapnya di sini
2. Dewan Pers: Pers jaga kualitas informasi di era disrupsi informasi
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan pers memegang peran tak tergantikan sebagai pengawal kualitas informasi di era disrupsi informasi digital.
"Pers itu perannya enggak akan tergusur. Sepanjang zaman, (pers) itu diperlukan karena dia menjaga gawang, memelihara kualitas informasi," kata Komarudin dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu.
Baca selengkapnya di sini
3. Stafsus Menteri HAM: Kebebasan pers adalah hak asasi
Staf Khusus (Stafsus) Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Thomas Harming Suwarta menegaskan kebebasan pers merupakan hak asasi sehingga negara wajib untuk memastikan penghormatan, pelindungan, penegakan, pemajuan dan pemenuhannya.
"Kebebasan pers sejatinya adalah hak asasi, karena itu, kita bersama-sama, baik pemerintah maupun masyarakat, ikut terus mendorong ekosistem pers yang bebas, independen, dan tetap menjadi suar kepentingan publik; dan tentunya juga mendorong pemajuan hak asasi manusia dan demokrasi di Indonesia," kata Thomas di Jakarta, Minggu.
Baca selengkapnya di sini
4. Dubes ajak mahasiswa RI di Tunisia bangun peradaban
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengajak mahasiswa Indonesia di Tunisia untuk membangun peradaban Tanah Air.
"Kami meminta mahasiswa Indonesia di Tunisia untuk belajar sungguh-sungguh dan berproses dalam gerakan besar, seperti Muhammadiyah, yang sangat berjasa bagi kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Bung Karno kader Muhammadiyah, jasanya besar bagi peradaban Indonesia," kata Zuhairi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Baca selengkapnya di sini
5. Anggota DPR: Event harus berakar pada nilai kemanusiaan berkelanjutan
Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menekankan pentingnya menerapkan paradigma bahwa event nasional yang berkualitas tidak boleh hanya mengejar kemeriahan, tetapi harus berakar pada nilai kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan serta ekonomi lokal.
Novita menegaskan bahwa di era modern, keberhasilan sebuah acara tidak lagi diukur hanya dari sukses teknis atau dokumentasi yang bagus. Event yang hebat adalah yang mampu meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat serta memberikan dampak nyata secara berkelanjutan.
"Event adalah ruang pertemuan antar manusia. Tempat lahirnya cerita, harapan, inspirasi, dan kebersamaan. Kita ingin menghadirkan event yang tidak menghabiskan sumber daya secara berlebihan, peduli lingkungan, serta memberdayakan masyarakat lokal," kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Baca selengkapnya di sini
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.