Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur (Jaktim) mendistribusikan 2.405 tong sampah di 10 kecamatan dalam rangka mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

"Bentuk dukungan sarana pemilahan sampah baru tong sampah, jadi total 10 kecamatan sudah ada 2.405 unit, dan secara bertahap akan terus ditambah," kata Kepala Sudin LH Jakarta Timur Julius Monangta setelah meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin.

Menurut dia, pihaknya terus berupaya memperkuat program pemilahan sampah dari sumbernya di lingkungan permukiman warga.

Penyediaan tong sampah itu pun menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan masyarakat memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Selain itu, distribusi tong sampah tersebut juga merupakan bagian dari tindak lanjut program pengelolaan sampah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami berharap keberadaan tong sampah di lingkungan warga dapat mempermudah proses pemilahan sampah sebelum diangkut petugas kebersihan," ucap Monang.

Program tersebut juga sejalan dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga guna mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir.

"Nanti, penambahannya secara bertahap menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah," ujar Monang.

Baca juga: Munjirin dorong Pasar Kramat Jati konsisten pilah sampah organik

Selain mendukung kebersihan lingkungan, fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah.

Tak hanya itu, Sudin LH Jakarta Timur juga tengah mempersiapkan program penggunaan kantong plastik dengan warna berbeda, sesuai jenis sampah.

Program tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

"Kalau kantong plastik berwarna berbeda-beda setiap jenis sampahnya, itu sedang dalam program, sedang diprogramkan. Targetnya, secepatnya, masih pembahasan dengan Dinas LH," tutur Monang.

Dengan adanya dukungan sarana dan prasarana tersebut, Pemerintah Jakarta Timur berharap sistem pemilahan sampah dari rumah dapat berjalan lebih optimal serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mendorong agar pengurus RT dan RW di wilayah setempat mulai menyiapkan sarana pemilahan sampah secara mandiri untuk mendukung program pengelolaan sampah dari sumbernya.

"Seiring berjalan, nanti instruksi tersebut saya sampaikan kepada RT RW, camat, lurah untuk tidak menjadi halangan," kata Munjirin saat meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin.

Munjirin menjelaskan tahap awal pemilahan sampah dapat dilakukan menggunakan kantong plastik dengan warna berbeda sebagai penanda jenis sampah.

Sampah anorganik, misalnya, dapat dimasukkan ke plastik hitam, sedangkan sampah organik menggunakan plastik merah.

Baca juga: Munjirin dorong RT/RW siapkan sarana pemilahan sampah mandiri

Baca juga: Pramono segera siapkan sarana-prasarana dukung gerakan pilah sampah

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.