Jakarta (ANTARA) - Mata yang terus terasa iritasi, gatal atau tidak nyaman tidak selalu berhubungan dengan lama menatap layar, namun bisa jadi ada beberapa alasan yang menyebabkan iritasi mata.
Ditulis laman Hindustan Times, Minggu (10/5), Konsultan Senior Rumah Sakit Mata Sharp Sight Chanda Gupta mengatakan alergi yang tidak terdiagnosis bisa menjadi salah satu penyebab mata kemerahan, berair, gatal dan sensasi berpasir.
"Banyak orang hidup dengan alergi ringan selama bertahun-tahun tanpa mengidentifikasi pemicunya, menganggapnya hanya sebagai "mata sensitif," katanya.
Baca juga: Ratusan ribu buta karena katarak, RI perkuat skrining mata lewat CKG
Chanda mengatakan rutinitas pemakaian lensa kontak yang melebihi jam yang direkomendasikan bisa menyebabkan masalah pada mata yang berkelanjutan.
Bahkan lensa yang terpasang dengan baik pun dapat menyebabkan masalah jika dikenakan di lingkungan yang kering atau ber-AC terlalu lama.
"Mengenakan lensa melebihi jam yang direkomendasikan, tidur dengan lensa kontak sesekali, atau menggunakan cairan pembersih yang sudah kedaluwarsa mengganggu pasokan oksigen ke kornea dan menciptakan lingkungan yang ideal untuk berkembang biaknya iritan,” kata Dr. Chanda.
Baca juga: Dokter: Menatap layar ponsel terlalu lama bisa merusak jaringan mata
Chanda mengatakan, penyebab iritasi mata kronis yang paling jarang didiagnosis adalah adanya disfungsi kelenjar meibomian yang tersumbat karena pola makan yang buruk, kurang berkedip, atau sisa makeup yang tidak bersih.
Ini menyebabkan kelenjar penghasil lapisan minyak pada lapisan air mata cepat rusak dan menyebabkan mata kering bahkan tampa paparan layar.
Selain itu, Chanda juga menyoroti soal kebiasaan kebersihan mata yang lebih penting, seperti sisa maskara, minyak kulit yang menumpuk serta sarung bantal yang berdebu bisa menyebabkan iritan ke mata. Jika iritasi mata dirasakan setiap pagi maka perlu diperiksakan ke ahlinya.
Baca juga: Dokter: katarak tidak bisa hilang hanya pakai obat tetes mata
Kualitas udara dalam ruangan juga dapat menjadi gangguan yang diam-dian mengurangi kelembapan lapisan air mata.
"Pendingin ruangan, pemanas sentral, dan ventilasi yang buruk secara drastis mengurangi kelembapan dalam ruangan, yang mengeringkan lapisan air mata. Banyak lingkungan kantor memiliki tingkat kelembapan jauh di bawah yang dibutuhkan mata agar tetap nyaman," katanya.
Terakhir, kondisi kesehatan yang mendasari seperti rosacea, gangguan tiroid, dan kondisi autoimun seperti sindrom Sjogren bermanifestasi sebagai mata kering dan iritasi.
Jika gejala menetap meskipun telah mencoba solusi yang jelas, pemeriksaan mata komprehensif dan mungkin pemeriksaan kesehatan yang lebih luas perlu diprioritaskan.
Baca juga: Penggunaan obat tetes mata bersteroid bisa memicu katarak
Baca juga: Tiga latihan otot mata bantu kurangi kelelahan akibat paparan layar
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.