Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo optimistis beban pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dapat berkurang melalui sistem pengolahan sampah di pasar.

Salah satunya, kata dia, yaitu melalui sistem pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, yang akan mengelola sekitar lima ton sampah setiap hari.

"Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan, maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang," kata pria yang akrab disapa Pram itu di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Timur, Senin.

Saat ini, Pasar Jaya mengelola 153 pasar, sehingga diperkirakan sekitar 500 ton sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.

Melalui upaya pengolahan sampah itu, Pramono meyakini nantinya beban pengiriman sampah ke TPST Bantargebang mulai berkurang.

Terlebih, kata dia, sistem tersebut juga akan diterapkan di pasar-pasar yang bukan dikelola oleh Pasar Jaya.

Baca juga: Pramono tinjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati

Selain pasar di seluruh Jakarta, sistem pengolahan sampah serupa nantinya diterapkan di sektor hotel, restoran, dan kafe yang juga berkontribusi besar dalam pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.

"Mudah-mudahan akan berjalan dengan baik dan bisa mengatasi persoalan sampah yang akan membawa manfaat lebih green, karena bisa sebagai fertilizer dari yang organik," jelas Pramono.

Dia pun menegaskan gerakan pemilahan sampah itu segera diimplementasikan secara masif di Jakarta.

Dia mengaku telah menginstruksikan jajaran wali kota, camat, lurah, hingga tingkat RT/RW untuk mulai menerapkan gerakan tersebut.

Secara bertahap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang dibutuhkan warga.

"Secara perlahan, tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan. Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan, tidak boleh berhenti, karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta," ucap Pramono.

Baca juga: LH Jaktim distribusikan 2.405 tong dukung pemilahan sampah dari rumah

Baca juga: Pramono segera siapkan sarana-prasarana dukung gerakan pilah sampah

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.