Selama satu bulan penuh semua umat harus berbuat kebajikan, diantaranya mengurangi penggunaan sampah berbahan plastik dan memanfaatkan sampah yang sudah tidak berguna agar lebih bermanfaat
Jayapura (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha mengampanyekan gerakan ekoteologi menjelang Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 melalui aksi bersih-bersih tempat ibadah dan pelestarian lingkungan.
Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Papua Sarono di Jayapura, Senin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program ekoteologi Kemenag RI sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda.
"Pada Jumat (8/5) kami melakukan kegiatan aksi bersih-bersih tempat ibadah dan pelestarian lingkungan di Vihara Arya Dharma Skyline, yang mana ini merupakan salah satu cara untuk terus membangun kehidupan beragama yang harmonis dan ramah lingkungan," katanya.
Baca juga: Jaga lingkungan, Menag lepas ribuan bibit ikan di danau Kota Bengkulu
Menurut Sarono, kegiatan tersebut tidak hanya berupa aksi bersih-bersih tempat ibadah, tetapi juga perawatan pohon matoa dan durian hasil penanaman pada Vesakha Sananda tahun sebelumnya.
"Semua ikut terlibat pada kegiatan tersebut, mulai dari jajaran Bimas Buddha, penyelenggara Buddha, siswa dan guru Nawa Dhammasekha, serta umat Buddha dari Kota dan Kabupaten Jayapura, sehingga ini menjadi bentuk edukasi kepedulian lingkungan sejak dini kepada generasi muda Buddha," ujarnya.
Dia menjelaskan selama periode 1 hingga 31 Mei 2026 umat Buddha diajak melaksanakan berbagai aksi kebajikan, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan sampah plastik dan pemanfaatan kembali limbah yang masih bernilai guna.
Baca juga: Kemenag perkenalkan konsep ekoteologi di forum internasional Mesir
“Selama satu bulan penuh semua umat harus berbuat kebajikan, diantaranya mengurangi penggunaan sampah berbahan plastik dan memanfaatkan sampah yang sudah tidak berguna agar lebih bermanfaat. Sehingga kami juga turut melestarikan lingkungan,” katanya.
Selain aksi bersih-bersih, pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan penuangan eco enzyme di Kali Acai guna membantu memurnikan kembali sungai yang mulai tercemar.
“Kegiatan ini bertujuan membantu memurnikan kembali sungai yang mulai tercemar agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan laut maupun kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Bimas Budha nilai penebaran ekoenzim praktik nyata ekoteologi
Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.