Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Akuatik Indonesia mengharapkan agar olahraga renang dapat kembali masuk sebagai bagian dari kurikulum pendidikan nasional untuk membangun budaya hidup sehat sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi dari kalangan pelajar.

"Saya berharap renang bisa masuk lagi ke kurikulum pendidikan karena itu menjadi cikal bakal yang ujung-ujungnya bisa melahirkan prestasi," kata Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin Erlianto Rahardjo dalam konferensi pers kejuaraan renang kolam pendek Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES) di Jakarta, Senin.

Ia meminta dukungan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang turut hadir dalam konferensi pers agar membantu mendorong olahraga renang diajarkan di sekolah-sekolah.

Menurut dia, selain sebagai olahraga prestasi, renang juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Harlin pun mencontohkan pengalamannya sendiri ketika menggemari olahraga renang saat masih berada di bangku sekolah.

"Setelah berenang itu pikiran juga lebih bagus yang bisa mendukung prestasi sekolah," katanya.

Baca juga: Kejuaraan renang ISCES siap debut untuk kembangkan talenta muda

Harlin menilai pembelajaran renang di sekolah tidak hanya penting untuk mencetak atlet, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan, kedisiplinan, serta keterampilan bertahan hidup.

Ia menambahkan bahwa untuk menghidupkan olahraga renang di lingkungan pendidikan, pihaknya juga berencana untuk mengadakan kompetisi renang di level pelajar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Suwarno mengatakan bahwa pihaknya juga berharap olahraga renang dapat diajarkan secara masif di sekolah-sekolah.

Olahraga renang, kata dia, merupakan bagian dari olahraga dasar (mother sport), selain atletik, yang sudah semestinya ditekuni para pelajar.

"Memang kadang-kadang sekolah senang melihat yang berkaitan dengan cabang olahraga permainan, tetapi kaitannya dengan renang dan atletik merupakan induk dari semuanya," katanya.

Menurut Suwarno, pembinaan olahraga dasar sejak usia dini sangat penting untuk membangun fondasi kemampuan fisik anak-anak sebelum menekuni cabang olahraga tertentu.

Ia berharap pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat menyerap aspirasi dari federasi tersebut mengingat pemerintah saat ini juga fokus membangun olahraga sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi bangsa.

Baca juga: KONI Pusat abadikan nama legenda renang Indonesia Lukman Niode

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.