Pengembangan industri pengolahan buah akan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi petani maupun pelaku industri

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan penguatan peran industri kecil menengah (IKM) dalam program hilirisasi industri nasional, khususnya pada sektor pengolahan buah tropis khas Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas domestik sekaligus memperkuat daya saing produk olahan pangan nasional di pasar ekspor.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan di Jakarta, Senin, menyampaikan Indonesia memiliki kekayaan komoditas buah tropis yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan pangan modern dengan daya saing tinggi di pasar global.

“Indonesia memiliki banyak sekali jenis buah khas negara tropis yang punya nilai jual tinggi di pasar dalam dan luar negeri. Ini saatnya lebih banyak pelaku industri, khususnya IKM di berbagai sentra penghasil buah, untuk mengambil peran dalam mengolah buah unggulan menjadi produk pangan yang lebih beragam, bernilai tambah, dan disukai pasar,” ujar Menperin.

Menurut Agus, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah tropis terbesar di dunia. Berbagai komoditas unggulan seperti pisang, durian, jeruk, mangga, nanas, dan manggis dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperluas pasar ekspor nasional.

“Sudah saatnya kita tidak hanya mengekspor buah segar, tetapi juga menikmati nilai tambah dari produk olahan buah tropis khas Indonesia. Pengembangan industri pengolahan buah akan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi petani maupun pelaku industri pengolahan pangan,” kata Menperin Agus.

Ia menambahkan, penguatan hilirisasi industri buah tropis juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan Buku Statistik Hortikultura 2024 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pisang nasional pada 2024 mencapai 9,26 juta ton.

Provinsi dengan produksi terbesar antara lain Jawa Timur, Lampung, dan Jawa Barat. Nilai ekspor pisang segar Indonesia pada 2024 tercatat mencapai 10,52 juta dolar AS atau meningkat 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 9,5 juta dolar AS.

Volume ekspor pisang juga meningkat dari 24,8 ribu ton pada 2023 menjadi 26,24 ribu ton pada 2024 dengan negara tujuan utama ekspor meliputi Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Sementara itu, produksi mangga nasional mencapai 3,3 juta ton pada 2024 dengan nilai ekspor buah mangga segar dan olahan mencapai 1,75 juta dolar AS, serta negara tujuan utama ekspor produk mangga Indonesia yakni Singapura, Uni Emirat Arab, dan Malaysia.

Adapun produksi nanas nasional mencapai 2,74 juta ton dengan nilai ekspor buah nanas segar dan olahan mencapai 316,1 juta dolar AS. Produk nanas Indonesia banyak diekspor ke Amerika Serikat, China, dan Belanda.

Lebih lanjut, dalam rangka meningkatkan peran IKM pangan pada program hilirisasi industri, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) terus menjalankan berbagai program pembinaan dan pendampingan bagi pelaku IKM olahan pangan berbasis buah tropis.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan, industri olahan buah memiliki prospek yang sangat menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat serta berkembangnya tren produk berbasis natural food.

Reni menjelaskan, IKM pangan selama ini memberikan kontribusi besar terhadap struktur industri nasional. Dari total 4.445.070 unit usaha industri di Indonesia, sebanyak 4.435.542 unit merupakan IKM dan sekitar 46,63 persen di antaranya bergerak di sektor pangan.

Baca juga: Kemendag tawarkan buah tropis ke Kanada pasca penandatanganan ICA-CEPA

Baca juga: Arah pengembangan buah Indonesia

Baca juga: Mengetahui tujuh manfaat buah leci untuk kesehatan

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.