Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan TNI AL akan menyiapkan beberapa pangkalan untuk menjadi tempat bersandarnya kapal induk Giuseppe Garibaldi.
"Untuk personel sudah disiapkan, sudah disiapkan dan nanti akan segera dikirim ke Italia. Kemudian pangkalan mungkin nanti kita siapkan juga di mungkin di beberapa tempat di Indonesia ini," kata Ali saat jumpa pers di Dermaga Kolinlamil Jakarta, Senin.
Ali mengatakan pembangunan pangkalan itu merupakan bagian dari upaya TNI AL dalam mempersiapkan infrastruktur kapal induk.
Kendati demikian, Ali tidak menjelaskan secara rinci di mana saja lokasi pangkalan tersebut dan sejauh mana pembangunan sudah berjalan.
Hingga saat ini, TNI AL masih menunggu koordinasi dari Kementerian Pertahanan selaku pihak yang berurusan langsung dengan galangan kapal asal Italia Fincantieri terkait pembelian kapal induk.
Ali mengharapkan kapal induk pertama Indonesia itu bisa sandar di Indonesia sebelum HUT TNI pada Oktober 2026 mendatang.
Untuk diketahui, kapal induk tersebut memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.
Kapal induk dengan panjang 180,2 meter itu dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.
Kapal pengangkut pesawat tempur tersebut juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga, dan Otomat Mk 2 SSM.
Baca juga: TNI AL harapkan kapal induk Giuseppe Garibaldi datang lebih cepat
Baca juga: Kemhan: 100 personel TNI AL calon awak kapal induk dilatih di Italia
Baca juga: TNI AL harus siapkan 500 pelaut untuk jadi awak kapal induk Garibaldi
Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.