...Sudah saatnya kita tampil bukan hanya menyelesaikan masalah lokal tapi juga nasional dan global
Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Jamaluddin Jompa mengatakan keberadaan guru besar bukan hanya menjadi simbol capaian akademik tertinggi, tetapi juga representasi kepemimpinan intelektual yang memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan masyarakat.
“Unhas memiliki kekuatan sumber daya akademik yang sangat besar. Sudah saatnya kita tampil bukan hanya menyelesaikan masalah lokal, tapi juga nasional dan global,” katanya pada Pengukuhan dan Penerimaan Anggota Dewan Profesor terhadap empat guru besar di Makassar.
Dirinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru besar Unhas atas dedikasi, kontribusi keilmuan, dan pengabdian yang terus diberikan bagi kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan bangsa.
Lebih lanjut, Prof Jompa juga mendorong para guru besar agar tidak ragu mengambil peran yang lebih luas dalam ruang-ruang pengambilan kebijakan, pengembangan riset, inovasi, maupun pengabdian yang berdampak langsung bagi publik.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut untuk lebih adaptif dan hadir sebagai pusat solusi atas persoalan bangsa yang semakin kompleks.
Dia menaruh harapan besar agar para guru besar Unhas terus mengambil peran strategis sebagai penggerak transformasi kampus yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia kembali menegaskan bahwa guru besar tidak hanya dituntut menghasilkan pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi akademik, tetapi juga menjadi figur teladan dan menjunjung tinggi etika akademik, serta memperkuat integritas ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Baca juga: Guru besar UI : Tekstologi Jawa pilar penting revitalisasi budaya
Baca juga: Guru Besar FKUI soroti tantangan besar penanganan mikrotia
Baca juga: Rektor Unhas: Kampus harus menjadi bagian dari solusi bangsa
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.