98 Pelanggan Telah Kembali ke Rumah, Posko Bekasi Timur Beroperasi hingga 11 Mei 2026 dan pelanggan yang belum mengambil barang dapat menghubungi layanan khusus di nomor 0812-9660-5747

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan proses pemulihan operasional perjalanan Commuter Line lintas Cikarang agar mobilitas masyarakat dapat berjalan semakin lancar dan aman. Sejumlah langkah pengamanan operasional masih dilakukan di tengah proses pengecekan jalur yang terus berlangsung pada lintas Bekasi hingga Cikarang.

Dalam proses pemulihan tersebut, KAI masih menerapkan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api pada beberapa titik dengan kecepatan berkisar 60–80 km/jam. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung proses pengecekan jalur, menjaga keselamatan perjalanan, serta memastikan operasional berjalan terkendali selama masa pemulihan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa keselamatan tetap menjadi fokus utama dalam setiap tahapan pemulihan operasional.

“Kami memahami kondisi ini berdampak terhadap keterlambatan perjalanan, khususnya Commuter Line lintas Cikarang, dan kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Pembatasan kecepatan masih diperlukan agar proses pengecekan jalur dan pemulihan operasional dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Anne.

KAI mencatat performa operasional Commuter Line lintas Cikarang terus menunjukkan perkembangan positif sejak 30 April hingga 10 Mei 2026. Pada 30 April, tingkat ketepatan waktu keberangkatan tercatat 50% dan kedatangan 44%, dengan rata-rata keterlambatan mencapai 25,7 menit untuk keberangkatan dan 30,9 menit untuk kedatangan. Hingga 10 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu meningkat menjadi 97% untuk keberangkatan dan 96% untuk kedatangan, sementara rata-rata keterlambatan turun menjadi 0,7 menit untuk keberangkatan dan 0,8 menit untuk kedatangan.

Perbaikan operasional juga terlihat dari penurunan rata-rata keterlambatan perjalanan setiap harinya. Pada 3 Mei 2026, rata-rata keterlambatan keberangkatan masih berada di angka 4,7 menit dan kedatangan 6,4 menit. Memasuki 6 Mei 2026, rata-rata keterlambatan turun menjadi 1,1 menit untuk keberangkatan dan 1,3 menit untuk kedatangan, lalu terus membaik hingga 10 Mei 2026.

“Pemulihan operasional Commuter Line lintas Cikarang terus menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Dari kondisi awal yang terdampak cukup besar pada 30 April, tingkat ketepatan waktu perjalanan berangsur meningkat hingga 10 Mei. KAI tetap menjalankan pengecekan dan pengamanan operasional secara hati-hati agar perjalanan pelanggan dapat berlangsung aman dan nyaman,” tambah Anne.

Selain fokus pada operasional, KAI juga terus melanjutkan pendampingan terhadap pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur.

Per Senin (11/5) pukul 08.00 WIB, sebanyak 98 pelanggan telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan bersama keluarga. Sementara itu, 10 pelanggan lainnya masih menjalani perawatan lanjutan di sejumlah rumah sakit dengan kondisi yang terus dipantau secara berkala.

“Kami terus menjaga komunikasi dengan rumah sakit, keluarga, dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar. Pelanggan yang masih menjalani perawatan terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan,” ujar Anne.

KAI juga masih membuka layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Pengajuan dapat dilakukan dengan melengkapi dokumen berupa bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja.

Dukungan psikologis melalui layanan trauma healing juga tetap tersedia bagi pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan. Layanan tersebut dapat diakses melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari telemedicine hingga tatap muka sesuai kondisi dan kebutuhan pelanggan.

KAI juga terus melakukan pengamanan barang-barang pelanggan yang tertinggal saat kejadian. Hingga 11 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, sebanyak 121 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 80 barang telah diserahterimakan kepada pemilik, sedangkan 41 barang lainnya masih dalam proses verifikasi di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur.

“Kami memahami setiap barang yang tertinggal memiliki arti penting bagi pelanggan maupun keluarga. Karena itu, proses pendataan dan penyerahan dilakukan secara teliti agar barang dapat diterima oleh pemilik yang berhak,” jelas Anne.

Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani kebutuhan informasi, administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis bagi pelanggan dan keluarga. Bagi masyarakat yang belum melakukan pengambilan barang dapat menghubungi layanan khusus di nomor 0812-9660-5747.

“KAI akan terus melanjutkan proses pemulihan operasional dan pendampingan pelanggan secara bertahap sambil memastikan perjalanan Commuter Line dapat berjalan semakin baik dan aman untuk melayani mobilitas masyarakat,” tutup Anne.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.