Jakarta (ANTARA) -
Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE membagikan sejumlah tips bagi jamaah haji agar tetap aman dan terhindar dari gangguan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan di tengah cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.
“Risiko kesehatan yang paling sering bisa dialami oleh jamaah haji saat ini, yaitu di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah, itu adalah dehidrasi dan heat stroke,” kata Yasmin ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan suhu udara di Arab Saudi dapat mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius, kondisi yang dinilai cukup ekstrem bagi jamaah asal Indonesia.
“Karena suhu yang ekstrem, di mana di Indonesia itu kita tidak pernah mengalami suhu yang sangat ekstrem, misalnya suhu panas itu bisa sampai 40 derajat hingga 42, 41, 45 bahkan bisa ya,” ujar dokter lulusan Ilmu Gizi di Universitas Okayama Jepang itu.
Menurut dia, salah satu cara penting untuk menjaga tubuh tetap fit adalah menjaga asupan cairan secara rutin, bahkan saat tubuh belum merasa haus.
Baca juga: Tiga kelompok jamaah yang rentan cuaca ekstrem saat ibadah haji
“Pertama adalah kita menjaga asupan cairan kita, dengan tetap mengonsumsi air putih walaupun itu tidak haus,” katanya.
Yasmin menyarankan jamaah mengonsumsi air putih secara bertahap sepanjang hari, mulai setelah makan pagi, makan siang, dan makan malam.
“Setelah makan pagi, makan siang, dan makan malam, kita minum air putih secukupnya satu gelas, bisa dua gelas,” ujarnya.
Selain itu, konsumsi air putih juga dianjurkan di sela waktu makan.
“Kemudian, di antara makan pagi ke makan siang, kita juga minum air putih satu sampai dua gelas. Di antara makan siang dan makan malam, kita konsumsi air putih juga satu sampai dua gelas,” katanya.
Ia juga menyarankan jamaah mengonsumsi buah-buahan untuk membantu menjaga kecukupan cairan tubuh.
“Kemudian, kita bisa mengonsumsi buah-buahan juga di antara makan pagi ke makan siang, makan siang ke makan malam, atau setelah makan malam. Sehingga kecukupan cairan kita itu tetap terjaga,” ujarnya.
Selain menjaga asupan cairan, Yasmin mengingatkan jamaah untuk menghindari aktivitas luar ruangan saat suhu sedang sangat terik, terutama pada siang hari.
Baca juga: Jamaah haji diminta waspadai "heatstroke" dan dehidrasi selama ibadah
“Hindari berada di luar ruangan pada saat matahari sangat terik, misalnya di jam 12 siang hari. Itu hindari berada di luar ruangan, sebaiknya di dalam ruangan,” katanya.
Menurut dokter dari Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar itu jamaah sebaiknya berada di area tertutup seperti masjid, hotel, atau pusat perbelanjaan untuk mengurangi paparan panas langsung.
Saat harus bepergian di luar ruangan, jamaah juga disarankan menggunakan perlindungan tambahan seperti masker dan kacamata.
“Jika bepergian di luar ruangan, maka sebaiknya memakai kacamata dan memakai masker. Karena pada saat kita berada di luar ruangan, maka udara sangat panas,” ujarnya.
Ia juga menyarankan jamaah rutin menyemprotkan air ke wajah agar kelembapan tetap terjaga.
Yasmin mengaku pernah merasakan langsung cuaca panas ekstrem saat menjalankan ibadah haji tahun lalu.
“Karena alhamdulillah tahun lalu saya juga menjalani ibadah haji, dan suhunya hampir sama dengan tahun ini. Maka saya juga merasakan bahwa hawa sangat panas ketika kita berada di luar ruangan,” katanya.
Baca juga: Jamaah calon haji diingatkan minum 150ml air tiap jam saat cuaca panas
Baca juga: Tips bagi jamaah saat menjalankan ibadah haji
Baca juga: Kemenkes beri tips hadapi cuaca panas bagi jamaah haji
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.