Jakarta (ANTARA) - Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melaporkan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025 menjangkau sebanyak 1.053.851 penerima manfaat dari 516 kabupaten/kota di 38 provinsi Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie dalam keterangan di Jakarta, Senin menekankan KIP Kuliah merupakan investasi strategis negara untuk menghadirkan akses pendidikan tinggi yang adil, inklusif, dan berdampak bagi masa depan Indonesia.
"KIP Kuliah dan Komitmen Pemerintah terhadap Pendidikan. Pada tahun 2026, total anggaran KIP Kuliah mencapai Rp15,3 triliun diperuntukkan bagi sekitar 1 juta mahasiswa penerima KIP Kuliah. Karena itu kami di Kemdiktisaintek terus bekerja maksimal memastikan pelaksanaan program ini berjalan untuk mencapai tujuan kita bersama, untuk mendapat mengakses pendidikan tinggi," katanya.
Wamendiktisaintek menegaskan bahwa tidak ada pemotongan anggaran KIP Kuliah, sejak 2020 hingga 2026, anggaran KIP Kuliah justru terus meningkat dari sekitar Rp6,5 triliun menjadi Rp15,32 triliun.
"Tidak ada satu rupiah pun anggaran KIP Kuliah yang dipotong pada tahun 2024, 2025, maupun 2026. Karena itu, saya mengajak mahasiswa menjadi duta informasi yang benar agar tidak muncul persepsi keliru mengenai program ini," ujarnya.
Baca juga: Kemdiktisaintek: Penyaluran KIP Kuliah kini gunakan DTSEN
Wamen Stella juga mengingatkan bahwa KIP Kuliah bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan bentuk penghargaan atas prestasi dan potensi mahasiswa Indonesia.
Maka dari itu, ia mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan kuliah sebaik-baiknya, termasuk membangun relasi, pengalaman riset, dan kemampuan berpikir kritis, sejalan dengan wujud Diktisaintek Berdampak.
"Perguruan tinggi adalah tempat terbaik untuk mengenal diri sendiri, menemukan minat, membangun pengalaman bermakna, serta melatih cara berpikir yang sistematis dan solutif," ucap Stella.
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Aceh yang juga salah satu penerima KIP Kuliah M. Syathibi, mengaku Program KIP Kuliah sangat membantu dirinya untuk terus berprestasi sebagai mahasiswa sekaligus atlet.
"Dengan adanya KIP Kuliah ini sangat membantu keluarga saya untuk membiayai perkuliahan, saya bisa menyelesaikan tugas-tugas kuliah, tanpa memikirkan biaya. KIP Kuliah juga membantu saya berprestasi dalam bidang atlet, dengan bantuan KIP Kuliah yang juga mendukung aktivitas dan perkembangan saya sebagai atlet. Karena adanya bantuan ini juga, saya jadi lebih semangat dari sebelumnya untuk menempuh perkuliahan dan prestasi," tutur Syathibi.
Baca juga: Anggaran KIP kuliah meningkat, Pemerintah pastikan akses tetap terjaga
Baca juga: KPK beri lima rekomendasi untuk perbaikan program KIP Kuliah
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.