Telkomsel ingin membuktikan bahwa keterbatasan jarak bukan menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan
Denpasar (ANTARA) - Telkomsel menghadirkan ekosistem belajar digital di tujuh sekolah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, melalui program CSR Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas guna memperluas akses pendidikan dan memperkuat literasi digital di wilayah rural dan 3T.
VP Corporate Communication & Social Responsibility Abdullah Fahmi dalam keterangannya di Denpasar, Senin, mengatakan Telkomsel percaya akses belajar yang lebih setara dimulai dari rasa dipahami.
“Melalui Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas, kami berupaya menghadirkan dukungan nyata mulai dari perangkat, konektivitas hingga ekosistem pembelajaran digital agar siswa dan guru di Flores bisa belajar dengan lebih percaya diri, aman dan berdampak,” ujarnya.
Program tersebut menyasar lebih dari 1.750 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru dan ekosistem sekolah.
Baca juga: Kadin: Pemerataan akses teknologi pacu pemanfaatan AI untuk bisnis
Melalui program ini, Telkomsel ingin membuktikan bahwa keterbatasan jarak bukan menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Dia menjelaskan berbagai dukungan terintegrasi disiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar, mulai dari penyediaan perangkat dan fasilitas pembelajaran seperti laptop, proyektor, alat peraga serta kebutuhan penunjang lainnya sesuai kebutuhan sekolah.
Selain itu, Telkomsel juga menghadirkan dukungan konektivitas melalui starter pack dan layanan Telkomsel Orbit atau Fixed Wireless Access guna membantu akses internet di lingkungan sekolah.
Program ini juga memberikan akses gratis selama enam bulan ke berbagai platform pembelajaran digital, yakni Ilmupedia untuk penguatan akademik dan latihan ujian, Kuncie untuk pembelajaran dan pengembangan kompetensi, serta Skul.id+ untuk digitalisasi manajemen sekolah.
Tidak hanya itu, Telkomsel turut menghadirkan aktivasi pembelajaran, kompetisi serta edukasi literasi digital guna mendorong kebiasaan belajar yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
Program Belajar Tanpa Batas dijalankan di tujuh sekolah di Pulau Flores, yakni SMKN 3 Komodo dan SMAN 2 Komodo di Manggarai Barat, SMKN Bung Ruteng dan SMA Budi Darma Cancar di Manggarai, SMAN 2 Soa di Ngada, SMK Karsa Mandiri di Ende serta SMK Nawa Cita Mego di Sikka.
Program ini dijalankan secara bertahap mulai dari assessment dan baseline pada April 2026, kemudian kick-off dan aktivasi utama pada 6-7 Mei 2026 bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional.
Selanjutnya dilakukan pendampingan dan pembelajaran daring hingga Agustus 2026 serta evaluasi dampak program pada Agustus-September 2026.
Untuk memperkuat kualitas pembelajaran, Telkomsel juga menggandeng Gasing Academy dengan menghadirkan metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan) yang dicetuskan oleh Yohanes Surya sebagai pendekatan pembelajaran numerasi yang efektif dan telah teruji.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan berpikir logis dan analitis siswa sebagai fondasi penting dalam pemanfaatan teknologi digital di masa depan.
Baca juga: Xinjiang di China percepat akses membaca digital di daerah pedesaan
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.