Pengunjung yang memadati lokasi Festival Rujak Uleg di Surabaya Expo Center (SUBEC) di Jalan Kusuma Bangsa akhir pekan kemarin mencapai sekitar 12 ribu orang
Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mengapresiasi pelaksanaan Festival Rujak Uleg karena dinilai mampu membentuk ekosistem baru dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“Pengunjung yang memadati lokasi Festival Rujak Uleg di Surabaya Expo Center (SUBEC) di Jalan Kusuma Bangsa akhir pekan kemarin mencapai sekitar 12 ribu orang,” kata Laila di Surabaya, Senin.
Menurut dia, perputaran ekonomi dalam kegiatan tahunan tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar seiring tingginya antusiasme masyarakat dari Surabaya maupun luar daerah yang menghadiri festival.
Ia mengatakan Festival Rujak Uleg telah berkembang menjadi destinasi wisata tahunan yang menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Baca juga: Festival Rujak Uleg Surabaya lolos KEN 2025 Kemenpar RI
Sejak 2023, Festival Rujak Uleg juga masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI dan tercatat sebagai salah satu dari 125 agenda terbaik nasional.
“Makanan khas Surabaya ini memiliki cita rasa autentik yang selalu dinantikan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Laila menilai penyelenggaraan berbagai festival tidak boleh hanya berhenti pada kemeriahan acara semata, tetapi juga harus mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Menurut dia, kondisi fiskal nasional dan global saat ini membuat masyarakat membutuhkan ruang ekonomi baru yang mampu menggerakkan sektor usaha kecil dan ekonomi warga.
“Festival seperti Rujak Uleg dan event yang menghadirkan ribuan pengunjung sangat dinantikan. Selain menjadi wisata, yang utama adalah bagaimana menggerakkan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Eri Cahyadi: Rujak uleg gambaran toleransi di Kota Surabaya
Ia menilai sektor pariwisata memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi karena pengunjung membutuhkan berbagai layanan seperti kuliner, hiburan, hingga jasa penunjang lainnya selama kegiatan berlangsung.
Karena itu, Festival Rujak Uleg dinilai harus menjadi momentum membangun ekosistem ekonomi baru yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Tidak hanya kalangan tertentu yang mendapat berkah dari event itu, tetapi semua harus merasakan dampak ekonominya,” ujarnya.
Baca juga: Ning Laila: Festival Rujak Uleg kenalkan kekayaan kuliner tradisional
Laila menambahkan berbagai unsur kota, mulai organisasi perangkat daerah, BUMN, hotel, perbankan, hingga elemen masyarakat turut memeriahkan Festival Rujak Uleg dalam rangka Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS).
Untuk itu, ia mendorong agar festival turunan lain yang berdampak pada ekonomi masyarakat dapat diselenggarakan secara rutin dan berkelanjutan.
“Festival yang berdampak pada ekonomi warga harus diperluas,” kata Laila.
Baca juga: Di cobek raksasa, kota bercerita
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.