Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama masyarakat lintas agama menyambut kedatangan biksu Thudong di klenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tik Liong Tian Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.
Ipuk menyampaikan penghormatan kepada para biksu yang telah tulus dan sabar akan menempuh perjalanan ribuan kilometer melakukan perjalanan spiritual.
Baca juga: Tiga puluhan Biksu Thudong sampai di Candi Borobudur
"Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi Banyuwangi, karena menjadi salah satu kota persinggahan dalam perjalanan Thudong tahun ini," katanya di Banyuwangi, Senin.
Para biksu itu, lanjut Ipuk, tiba di Banyuwangi dengan keadaan selamat dan sehat. Setelah itu mereka akan berjalan ratusan kilometer lagi untuk sampai ke titik tujuan akhir, yaitu Candi Borobudur sebagai pusat perayaan Waisak tahun ini.
Perjalanan para biksu itu, katanya, menjadi bagian dari Indonesia Walk for Peace 2026 yang diikuti 50 biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan 6 biksu dari Indonesia.
Ipuk mengatakan perjalanan spiritual para biksu Thudong (ritual perjalanan spiritual) membawa pesan tentang perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan di tengah keberagaman.
"Di Banyuwangi, masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng hidup berdampingan. Masyarakatnya guyub saling membantu. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menguatkan," tutur Ipuk.
Perjalanan spiritual para biksu Thudong akan berlangsung selama sekitar tiga pekan untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur pada 31 Mei 2026.
Baca juga: Gubernur Jateng terima rombongan Biksu Thudong
Baca juga: Pemkot Cirebon apresiasi perjalanan 'Thudong' sebagai wujud toleransi
Ketua Panitia Klenteng Tik Liong Tian Banyuwangi Siswanto mengatakan selama perjalanan para biksu akan singgah di sejumlah vihara dan tempat peribadatan yang telah disiapkan panitia di berbagai daerah.
"Setelah dari Rogojampi, para biksu melanjutkan perjalanan menuju Vihara Jaya Manggala di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran," katanya.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.