Washington (ANTARA) - Iran tengah menghadapi tekanan ekonomi sangat berat yang bisa dialami suatu negara, kata Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett.
"Iran menghadapi tekanan ekonomi yang nyaris mencapai batas maksimum yang mungkin dialami sebuah negara," kata Hassett dalam wawancara dengan CNBC, Senin (11/5).
Ia menambahkan para perunding Iran ingin segera mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat karena ekonomi negara itu disebut mendekati keruntuhan.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia berharap sistem keuangan Iran runtuh karena menurutnya hal itu akan menjadi kemenangan bagi AS.
Sebelumnya, pada 16 April, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Departemen Keuangan melancarkan operasi "Economic Fury" terhadap Iran guna memaksimalkan tekanan ekonomi terhadap negara itu.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan pemerintah akan terus menjalankan kebijakan tekanan ekonomi maksimum terhadap Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Iran: Kami tak minta konsesi apa pun dari AS
Baca juga: Iran tuntut pencabutan blokade sebagai respon proposal damai AS
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.