Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mendukung organisasi Special Olympics Indonesia (SOIna) untuk terus memperjuangkan atlet penyandang disabilitas intelektual Indonesia ikut berjuang dalam ajang olahraga.

"Kegiatan ini luar biasa, kesukarelawanan yang menjadi kekuatan sekaligus. Saya sebagai menteri dan jajaran menyambut baik dan siap memberi dukungan kepada Saudara-saudara," kata Menko Muhaimin Iskandar saat menerima audiensi dari SOIna di Jakarta, Selasa.

Pihaknya mengapresiasi dedikasi SOIna dalam mendampingi dan membina penyandang disabilitas intelektual di Indonesia melalui kegiatan olahraga dan non-olahraga, termasuk kesehatan, sosial, dan kebudayaan.

Ia menilai gerakan kesukarelawanan dan pemberdayaan yang dilakukan SOIna merupakan langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Sementara itu, Ketua Umum SOIna Warsito Ellwein menyebut jumlah penyandang disabilitas intelektual di Indonesia diperkirakan mencapai 5,4 juta jiwa atau sekitar 2,3 persen populasi berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun, kelompok tersebut masih menghadapi stigma sosial dan minim perhatian publik.

"Di masyarakat masih banyak stigma negatif terhadap penyandang disabilitas intelektual. Padahal mereka memiliki potensi dan talenta luar biasa yang perlu difasilitasi," ujar Warsito Ellwein.

SOIna secara rutin menggelar pembinaan dan kompetisi olahraga bagi atlet bertalenta khusus mulai dari tingkat klub, kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga internasional.

Pada Oktober 2026, SOIna akan menggelar Pekan Special Olympics Nasional Anak Difabel Intelektual di Kupang sebagai ajang seleksi menuju Special Olympics World Summer Games di Santiago, Chile, pada 2027.

Atlet SOIna cabang Dance Sport, Nattasha, turut menyampaikan pengalamannya mewakili Indonesia di Turin, Italia, dan berhasil meraih medali perunggu.

"Saya bangga menjadi atlet yang membanggakan Indonesia. Saya berharap mendapat dukungan agar bisa kembali berprestasi di Pesonas Kupang dan meraih medali emas," ujar Nattasha.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.