PBB (ANTARA) - Dunia belum cukup bergerak cepat untuk mencapai Target Hutan Global (Global Forest Goals) pada 2030, demikian rangkuman sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis Senin (11/5).
Laporan Target Hutan Global (Global Forest Goals Report) 2026 menemukan bahwa hanya tujuh dari 26 target yang secara umum telah tercapai, sementara 17 target sebagian berada di jalur yang tepat dan dua meleset dari sasaran.
Berdasarkan laporan nasional sukarela dari 48 negara yang mencakup 51 persen tutupan hutan global, serta data internasional terbaru, laporan tersebut memberikan penilaian terkini mengenai kemajuan pelaksanaan Rencana Strategis PBB untuk Hutan 2017-2030 beserta enam Target Hutan Globalnya.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa area hutan global menyusut lebih dari 40 juta hektare dari 2015 hingga 2025. Laporan itu juga menyoroti kekurangan besar dalam pendanaan untuk pengelolaan hutan berkelanjutan.
Terlepas dari kendala-kendala tersebut, banyak negara telah menerapkan reformasi kebijakan, memperluas program restorasi hutan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kerja sama internasional dalam bidang perlindungan hutan.
Namun, kemajuan masih belum merata di berbagai kawasan. Laporan menyebut adanya peningkatan pada area hutan lindung, perencanaan pengelolaan jangka panjang, dan sistem pemantauan hutan, tetapi memperingatkan bahwa deforestasi, perubahan iklim, kebakaran hutan, hama, dan aktivitas ilegal masih terus mengancam hutan-hutan di seluruh dunia.
Laporan tersebut menguraikan langkah-langkah untuk mempercepat aksi, termasuk menghentikan deforestasi, memulihkan lahan terdegradasi, memperluas hutan lindung dan hutan yang dikelola secara berkelanjutan, memperkuat tata kelola kehutanan, menutup kesenjangan pendanaan untuk pengelolaan hutan berkelanjutan, serta memajukan mekanisme pembiayaan inovatif.
Laporan tersebut dirilis pada pembukaan sesi ke-21 Forum PBB tentang Hutan di Markas Besar PBB, saat negara-negara anggota dan para mitra berkumpul untuk memajukan implementasi Target Hutan Global.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.