Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman meninjau hasil Program Revitalisasi Sekolah di SMP Muhammadiyah 16 Jakarta Pusat, memastikan implementasi program prioritas Presiden berjalan dengan baik.

"Mungkin banyak yang tidak tahu, ini Bapak Presiden revitalisasi sekolah. Jadi sekarang itu dari tahun 2025 itu sudah 16.167 sekolah yang dibangun,” kata Dudung saat meninjau hasil revitalisasi sekolah di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan untuk sekolah itu sendiri sudah diserahkan anggaran Rp1,2 miliar yang kemudian di-swakelola oleh sekolah itu sendiri untuk memperbaiki fasilitas dan beberapa sarana dengan pengawasan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pemerintah menargetkan tahun ini untuk merevitalisasi sebanyak 71.744 sekolah dengan anggaran Rp14 triliun.

"Anggaran dari Bapak Presiden dari efisiensi. Kemudian dari sitaan orang-orang koruptor yang akhirnya bermanfaat untuk anak-anak sekolah kita," jelas pemimpin Kantor Staf Presiden (KSP) itu.

Revitalisasi tidak hanya akan dilakukan terhadap sekolah negeri dan madrasah yang berada di pengelolaan pemerintah tapi juga swasta.

Beberapa target perbaikan untuk pembangunan termasuk ruang kelas dan ruang guru, musala, laboratorium, fasilitas sanitasi, lapangan dan jaringan air.

Untuk madrasah sendiri ditargetkan akan dilakukan revitalisasi untuk 9.000 madrasah pada tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah Lidya Mulyani menyampaikan apresiasi kepada pemerintah terutama Presiden Prabowo terkait revitalisasi yang dilakukan selain juga papan digital interaktif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Revitalisasi sekolah itu sendiri dimulai pada September 2025 dan selesai pada Desember 2026. Perbaikan dilakukan terhadap fasilitas sekolah tidak hanya ruang kelas dan guru tapi juga laboratorium, perpustakaan dan fasilitasi sanitasi.

Baca juga: KSP: Dapur SPPG tidak layak harus segera diperbaiki atau ditangguhkan

Baca juga: Tinjau Asrama Haji Pondok Gede, KSP pastikan kualitas layanan maksimal

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.