Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng asosiasi, koperasi, dan pelaku usaha peternakan ayam petelur untuk menjaga stabilitas harga telur yang belakangan turun di bawah harga acuan pemerintah (HAP) tingkat peternak.

"Tujuan rapat hari ini menyikapi beberapa hal khususnya terkait dengan stabilisasi harga telur di tingkat peternak yang belakangan ini memang harganya agak sedikit turun di bawah harga acuan pemerintah," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda di Jakarta, Selasa.

Dia menegaskan hal itu usai Rapat Perunggasan Nasional khusus kondisi harga telur bersama Bapanas, asosiasi peternak, koperasi, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pertemuan tersebut difokuskan untuk menyikapi penurunan harga telur di tingkat peternak yang belakangan berada di bawah harga acuan penjualan sesuai ketentuan pemerintah bagi produsen atau on farm.

Baca juga: Komisi VII teruskan keluhan peternak telur bebek ke pemerintah

Agung menjelaskan harga telur nasional rata-rata berada di kisaran Rp24.500 per kilogram, sementara di sentra produksi seperti Jawa Timur mencapai sekitar Rp22.500 per kilogram saat ini.

Harga telur di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp23.000 per kilogram, sedangkan Jawa Barat sedikit lebih tinggi, namun masih berada di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Menurut Agung, penurunan harga telur dipengaruhi tingginya produksi nasional yang pada 2026 diproyeksikan mencapai 7,3 juta ton atau surplus sekitar 13 persen dibandingkan kebutuhan nasional.

Ia mengatakan surplus telur nasional sebenarnya masih dapat dikendalikan karena pemerintah terus mendorong ekspor telur serta memperkuat distribusi dari daerah surplus menuju wilayah yang masih mengalami defisit.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.