Biasanya wisatawan yang berkunjung sambil bekerja akan menyempatkan waktu untuk berwisata kuliner mencicipi makanan khas atau mencari suvenir yang memiliki penjelasan soal asal-usul barang itu.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Direktur Operasi Regional Asia Langham Hospitality Group Sherona Shng menilai bahwa Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar untuk mengembangkan luxury tourism (pariwisata mewah) yang autentik.
“Saya pikir di masa lalu wisatawan berwisata dengan lebih mencari ukuran hotel, visual hotel. Tapi, tren hari ini, para wisatawan mencari sesuatu yang lebih imersif, mereka ingin mencari pengalaman,” kata Shng dalam temu media di Jakarta, Selasa.
Pengalaman nyata di perkotaan yang bersentuhan dengan budaya lokal menjadi daya tarik yang dicari wisatawan masa kini ketika berkunjung ke sebuah negara. Dalam konteks Indonesia, khususnya Jakarta, dia menyebut Ibu Kota sudah dikenal dunia sebagai kota sibuk yang menjadi destinasi banyak pebisnis.
Biasanya wisatawan yang berkunjung sambil bekerja akan menyempatkan waktu untuk berwisata kuliner mencicipi makanan khas atau mencari suvenir yang memiliki penjelasan soal asal-usul barang itu. Shng mencontohkan wisatawan tertarik untuk mengenal proses dan makna dari motif pada batik.
“Jadi bagaimana kita membuat pengalaman tersebut imersif? Menurut saya, pelancong-pelancong ingin menjelajahi negeri seperti perjalanan kota. Ini menjadi hal yang besar. Di manapun mereka pergi, mereka ingin berjalan di kota,” ujar dia.
Selama menyusuri jalan, dia menilai bahwa wisatawan yang datang ke Indonesia ingin melihat campuran sejarah, tapi, juga menikmati hal yang baru. Misalnya, menikmati pemandangan kota sambil mengunjungi kafe dan bar di tempat-tempat seperti hotel atau menikmati restoran dengan bintang Michelin maupun yang dikelola oleh koki selebritas.
Menurut dia, restoran yang berlokasi sama dengan hotel dan dikelola dengan baik akan meningkatkan okupansi dengan pesat. Terlebih semua orang yang berkunjung ke Jakarta, setidaknya akan singgah dalam beberapa waktu.
Wakil Direktur Regional Asia Pasifik STR Jesper Palmqvist menyoroti bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang nyaman untuk dikunjungi. Meski dunia sedang menghadapi dinamika, dampaknya tidak terlalu spesifik dirasakan oleh segmen pariwisata mewah yang dikelola di Indonesia.
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.