Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut yang sudah berupaya sejauh itu
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengapresiasi kinerja TNI AL lantaran berhasil menggagalkan ragam aksi penyelundupan sehingga uang negara berhasil diselamatkan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut yang sudah berupaya sejauh itu," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago saat jumpa pers seusai mendengar paparan hasil tangkapan TNI AL sepanjang 2025 di Markas Komando Armada (Koarmada) RI, Jakarta, Selasa.
Menurut Djamari, apa yang dilakukan TNI AL merupakan bukti bahwa pemerintah hadir dalam memastikan seluruh kekayaan alam Indonesia tidak diperjualbelikan secara ilegal.
Baca juga: TNI AL pantau jalur rawan penyelundupan di Selat Malaka dan LCS
Dia melanjutkan, pengungkapan kasus yang dilakukan TNI AL ini juga merupakan bukti bahwa seluruh instansi berkolaborasi dengan baik dalam menjaga kekayaan alam negara.
Walau demikian, Djamari mengaku apa yang dilakukan pihak TNI AL belum lah cukup. Kinerja baik ini dinilai harus dilanjutkan karena aksi penyelundupan ini akan terus terjadi jika pengawasan dan penjagaan mulai mengendur.
Terlebih, dia melanjutkan, Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sehingga banyak memiliki jalur rawan aksi penyelundupan.
Karenanya, Djamari meminta TNI AL dan seluruh jajaran terkait untuk memperkuat pengawasan laut dan menindak segala bentuk aksi penyelundupan barang ilegal.
"Saya berharap TNI AL jangan puas untuk terhadap apa yang sudah kita capai, dan jangan lelah untuk melakukan tugas-tugas seperti ini karena ini adalah harapan bangsa, harapan yang diberikan yang diletakkan di punggung, di pundak kita semua," kata Djamari.
TNI AL berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp14.751.350.764.090 selama tahun 2025 dengan cara menggagalkan aksi penyelundupan barang ilegal di laut.
Baca juga: TNI selamatkan 25 juta jiwa dengan gagalkan peredaran narkoba di laut
Ragam barang yang berhasil diselamatkan di antaranya timah, batubara, bibit lobster sisik trenggiling, ball pres dan kosmetik ilegal.
TNI AL juga berhasil menggagalkan penyelundupan pekerja imigran ilegal di beberapa titik jalur laut.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata saat jumpa pers di Koarmada RI, Jakarta, mengatakan, capaian ini berhasil dilakukan berkat kolaborasi yang dilakukan TNI AL dan beragam pihak.
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara TNI Angkatan Laut dengan Bea Cukai, Polri, Bakamla RI, pemerintah daerah, instansi terkait lainnya, serta masyarakat," kata Denih.
Berdasarkan data yang dipaparkan Denih Hendrata, hasil tangkapan tertinggi TNI AL terjadi pada Mei 2025 dengan total kerugian negara yang diselamatkan mencapai Rp14.470.984.600.000.
Sedangkan capaian terendah terjadi pada Januari dengan total kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp642.000.000.
Baca juga: TNI AL gagalkan penyelundupan 16 ton pasir timah ilegal
Menurut Denih, mayoritas aksi penyelundupan terjadi di beberapa titik tertentu seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan (LCS).
Titik tersebut pun menjadi salah satu lokasi yang dipantau dengan ketat oleh TNI AL dan seluruh jajaran keamanan laut. Namun demikian, Denih memastikan TNI AL juga tidak akan mengendurkan pengawasan di wilayah lain.
Denih melanjutkan, hingga saat ini pengawasan ketat di wilayah laut untuk mengantisipasi adanya penyelundupan barang ilegal masih terus dilakukan.
Itu terbukti dari keberhasilan TNI AL menggagalkan beberapa aksi penyelundupan dari Januari hingga Mei.
"Secara keseluruhan pada periode Januari sampai dengan Mei 2026, TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmada RI telah berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp112,9 miliar rupiah," kata Denih.
Baca juga: KSAL akui Indonesia ditawari kapal selam dan Fregat Mogami oleh Jepang
Pewarta: Walda Marison
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.