Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan pemerintah tengah mengkaji pengembangan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa agar tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur perlindungan pesisir, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.

Rosan mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) untuk menyempurnakan master plan pembangunan proyek tersebut.

"Jadi tidak hanya dibangun Giant Sea Wall-nya saja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberi dampak positif terhadap perekonomiannya," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Proyek Giant Sea Wall diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di wilayah lain yang akan menjadi bagian dari pembangunan tanggul laut tersebut.

Pemerintah, lanjut Rosan, masih terus melakukan evaluasi dan pendalaman agar proyek strategis tersebut memberikan manfaat optimal, baik dari sisi perlindungan wilayah pesisir maupun peningkatan investasi nasional.

"Kita sedang melihat dan juga memberikan masukan dan juga melakukan pengkajiannya sehingga nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru di tidak hanya Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun Giant Sea Wall ini," imbuhnya.

Pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer di Pantai Utara atau Pantura Jawa dibagi ke dalam 15 segmen.

Proyek ini ini bukan hanya melindungi pabrik-pabrik, kantor-kantor tetapi ada kehidupan di situ, ada ekosistem dan ekologi, serta ekosistem yang terbanyak yaitu nelayan.

Pengembangan sistem perlindungan pesisir Pantura Jawa, termasuk Giant Sea Wall (GSW), merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga keberlanjutan peradaban pesisir Pantura Jawa.

Urgensi pembangunan Giant Sea Wall adalah untuk melindungi kontribusi wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 368,3 miliar dolar AS.

Baca juga: Gubernur: Jateng butuh pembenahan logistik laut

Baca juga: Menteri Investasi sebut RI tetap resilien di tengah tantangan global

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Fathur Rochman
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.