Jakarta (ANTARA) - Pengamat sosial politik Fachry Ali berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama berjalan sesuai dengan harapan warga NU.
Selain itu, dia berharap Muktamar NU yang rencananya diadakan pada 2026 itu dapat menghasilkan kepemimpinan yang memperkuat posisi NU sebagai kekuatan civil society atau masyarakat madani yang mandiri.
“Hasil muktamar harus mencerminkan bahwa NU adalah kekuatan civil society yang mampu mengorganisasikan dirinya sendiri, independen secara finansial, independen secara politik, dan independen secara intelektual dari negara maupun kekuatan apa pun,” kata dia dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Untuk bidang ekonomi, dia berharap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dapat memperkuat ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada pedagang kecil, petani kecil, dan kelompok ekonomi bawah yang sejak awal menjadi basis material perkembangan NU.
“Sejak lahir pada 1926, NU sangat independen secara ekonomi. Itu yang harus dilaksanakan kembali oleh PBNU hasil Muktamar Agustus 2026,” katanya.
Pada kesempatan sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan PBNU akan menggelar Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026.
Ia mengatakan agenda utama pada Muktamar ke-35 NU adalah pemilihan Ketua Umum PBNU.
Baca juga: PBNU gelar Muktamar ke-35 NU pada 1 - 5 Agustus 2026
Baca juga: Sekjen PBNU pastikan persiapan muktamar berjalan sesuai rencana
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.