New York City (ANTARA) - Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika Serikat (AS) telah memproses pengembalian tarif dan bunga terkait senilai 35,46 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.415) hingga Senin (11/5).
Pernyataan itu adalah menurut berkas pengadilan yang diajukan ke Pengadilan Perdagangan Internasional AS yang dirilis pada Selasa (12/5).
Hingga Senin tersebut, CBP telah menerima 126.237 permohonan pengembalian tarif yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump tahun lalu berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA), dan telah memvalidasi 86.874 permohonan di antaranya, ungkap berkas pengadilan tersebut.
Pada Februari, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif besar-besaran yang diberlakukan Trump berdasarkan IEEPA tidak konstitusional, dan presiden tidak memiliki wewenang untuk mengenakan tarif impor terhadap barang-barang dari hampir semua mitra dagang AS.
Menurut perkiraan, penerimaan CBP dari tarif yang diberlakukan Trump berdasarkan IEEPA yang harus dikembalikan mencapai 166 miliar dolar AS.
Tak lama setelah putusan Mahkamah Agung tersebut, Trump memberlakukan tarif global sementara sebesar 10 persen berdasarkan Undang-Undang Perdagangan tahun 1974, yang kemudian dibatalkan lagi oleh Pengadilan Perdagangan Internasional pada 7 Mei.
Pengadilan perdagangan memutuskan bahwa Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974 hanya mengizinkan pengenaan tarif apabila terdapat "defisit neraca pembayaran yang besar dan serius."
Dengan proses pengembalian tarif yang sedang berlangsung, beberapa konsumen mengajukan gugatan perwakilan kelompok untuk menuntut pengembalian biaya yang dibebankan kepada mereka, sebut media lokal.
Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.