Beberapa hari lalu kami mengungkap pelaku kerusuhan atau anarkis yang ada di Dago Cikapayang yang membakar videotron dan pos polisi di sana. Kami temukan mereka membawa psikotropika jenis Alprazolam dan Riklona
Kota Bandung (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap para pelaku kerusuhan saat aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Cikapayang-Tamansari, Kota Bandung, mengonsumsi obat keras jenis psikotropika sebelum melakukan aksi anarkis.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Albert Raden Deddy Sulistyo Nugroho mengatakan dari 13 tersangka yang diamankan, enam orang di antaranya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba dan psikotropika.
"Beberapa hari lalu kami mengungkap pelaku kerusuhan atau anarkis yang ada di Dago Cikapayang yang membakar videotron dan pos polisi di sana. Kami temukan mereka membawa psikotropika jenis Alprazolam dan Riklona,” kata Albert di Bandung, Rabu.
Baca juga: Enam perusuh saat May Day di Bandung positif konsumsi obat terlarang
Menurut dia, obat jenis Alprazolam merupakan psikotropika golongan IV yang memberikan efek tenang dan meningkatkan rasa percaya diri bagi penggunanya.
“Alprazolam ini menimbulkan rasa ketenangan dan percaya diri yang luar biasa, sehingga mereka berani merusak pos polisi tersebut, berani menantang aparat yang sedang bertugas," katanya.
Albert menjelaskan jenis obat tersebut berbeda dengan Tramadol yang merupakan obat penahan nyeri dan tidak termasuk golongan psikotropika.
Baca juga: Kericuhan May Day di Bandung, polisi tetapkan 6 orang jadi tersangka
Lebih lanjut, Polda Jabar juga kini tengah mendalami dugaan keterlibatan sejumlah apotek yang diduga menjual obat keras tanpa resep dokter spesialis kejiwaan.
Menurutnya resep untuk obat psikotropika seperti Alprazolam seharusnya hanya dapat dikeluarkan oleh dokter spesialis kejiwaan, bukan dokter umum.
“Yang kami temukan kemarin adalah ada beberapa apotek yang menerima pembelian tanpa resep, atau apotek yang memberikan obat dengan resep tidak sesuai dengan kompetensi dari dokternya,” kata Albert.
Baca juga: Kapolda Jabar: Aksi massa baju hitam rusak fasilitas umum saat May Day
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.