Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Universitas Indonesia (UI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan riset di Gedung PBNU di Jakarta, Rabu.

“Hari ini kita secara resmi melakukan penandatanganan MoU antara PBNU dengan Universitas Indonesia yang nantinya akan mengcover wilayah kerja sama luas, mulai akademis sampai dengan kerja sama berbagai macam layanan masyarakat yang menjadi domain NU selama ini,” ujar Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Gus Yahya, sapaan akrabnya, menyampaikan kerja sama ini juga mencakup pengembangan kerangka transformasi NU. NU hanya akan bisa berkembang apabila dilakukan penyempurnaan terhadap dua sayap utamanya, sistem layanan sosial dan korporasi untuk ekonomi.

“Dua hal ini lapangan sangat terbuka. NU akan sangat mendapatkan manfaat besar sekali dengan kesediaan UI mendukung agenda NU,” katanya.

Baca juga: UI jajaki kolaborasi dengan Harbin Institute of Technology China

Ia berharap kerja sama PBNU dan UI ini dapat membuahkan kemaslahatan bagi kedua lembaga, masyarakat, dan negara.

“Mudah-mudahan kerja sama kedua belah pihak ini sungguh-sungguh membuahkan manfaat besar maslahat bukan hanya kedua belah pihak tapi masyarakat bangsa dan negara dan dilimpahi barokah Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah menyampaikan kerja sama ini secara lebih spesifik sebagai langkah naik kelas bersama antara UI dan kampus-kampus di bawah PBNU.

“Membawa menggendong universitas-universitas yang ada di lingkungan PBNU supaya bisa maju bersama,” katanya.

UI juga, kata dia, digendong universitas lain di luar negeri dengan kerja sama dua universitas agar standar mutu UI bisa semakin meningkat. Dua tahun perkuliahan di UI misalnya, diakui Universitas Melbourne.

Baca juga: PBNU gelar pleno pada 21 Mei tentukan waktu dan tempat Munas-Konbes

“Bisa dikopi dengan universitas di lingkungan PBNU. Walaupun bahkan tidak masuk dalam radar ranking,” katanya.

Lebih lanjut, Heri menyampaikan bahwa kerja sama bisa dilakukan dengan gelar dobel (double degree) antara kampus NU dan UI guna meningkatkan standar pendidikan bermutu diakui nasional dan internasional.

Skema lain yang bisa dilakukan adalah program rekrutmen SMA kelas 3 dengan pemilihan 100 santri dan siswa terpilih untuk studi di 10 program studi yang dijadikan prioritas.

“Saat ini UI memiliki 38 prodi standar internasional. Bisa mulai 10 prodi,” ujarnya.

Langkah awal setelah ini adalah pemetaan program studi dan kurikulumnya di kampus NU untuk disamakan dengan UI. Setelah mapping kurikulum selesai akan dibuat program studi UNU UI double degree program.

Baca juga: UI siapkan kekuatan akademik dan kajian SPPG guna dukung Program MBG
Baca juga: PBNU gelar Muktamar ke-35 NU pada 1 - 5 Agustus 2026

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.