Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menginisiasi penjajakan kerja sama dengan San Siro Stadium, Milan, Italia, salah satunya terkait transformasi tata kelola Jakarta International Stadium (JIS) dalam aspek manajemen stadion, penyelenggaraan kegiatan hingga promosi wisata olahraga.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, Jakarta perlu belajar dari pengalaman San Siro yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan, tetapi juga menjadi destinasi wisata olahraga (sport tourism), ruang ekonomi kreatif, pusat hiburan, dan ikon kebanggaan warga.

"Kita belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” ujar Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

San Siro adalah salah satu ikon sepak bola dunia yang sudah berusia 100 tahun sejak 1925 dan terus berkembang hingga memiliki kapasitas 75 ribu penonton.

Rano menegaskan, pengalaman San Siro penting bagi Jakarta karena JIS dirancang sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung posisi Jakarta sebagai kota global.

Dia berharap JIS dapat memperluas jejaring internasional dalam aspek manajemen stadion, penyelenggaraan kegiatan, promosi wisata olahraga, dan pengembangan konten pengalaman pengunjung.

Baca juga: Pembangunan Stasiun JIS rampung pada Mei 2026

Rano mendorong PT Jakarta Propertindo selaku pengelola Jakarta International Stadium untuk menindaklanjuti komunikasi dan transfer pengetahuan dengan pihak San Siro Stadium.

Dia berharap kolaborasi tersebut dapat mencakup tata kelola stadion, manajemen event berskala besar, optimalisasi aktivitas nonpertandingan, serta pengembangan pengalaman pengunjung agar JIS memiliki kegiatan sepanjang tahun.

Rano bersama delegasi Jakarta yang melakukan pertemuan dengan General Manager San Siro Stadium, Fabrizio Caruso dan Business Development San Siro Stadium, Michele Finucci di San Siro Stadium, Milan, Italia, Selasa (12/5) juga membahas peluang pertukaran pengetahuan terkait pengelolaan stadion internasional.

Kemudian, penyelenggaraan kegiatan, pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, serta strategi membangun keterlibatan penggemar (fan engagement) dalam menjaga fasilitas stadion.

Michele Finucci menyampaikan San Siro terbuka untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta.

Menurut dia, stadion modern harus dikelola tidak hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai ruang pengalaman publik yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan emosional.

Adapun pertemuan dengan pihak San Siro juga sejalan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Rano menilai rencana tersebut menunjukkan bahwa Jakarta memiliki daya tarik besar sebagai pasar sepak bola internasional dan kota penyelenggara event olahraga kelas dunia.

"Tugas kita memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” kata dia.

Baca juga: Pramono: JIS bukan sekadar stadion, tapi masa depan Jakarta

Baca juga: Pramono pamer ke Anies kini transportasi ke JIS makin mudah

Baca juga: Penataan kawasan JIS diperlukan agar lebih nyaman

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.