Hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di Lhoknga berpotensi terlihat, karena telah berada pada ketinggian 6,78 derajat dengan elongasi 10,62 derajat. Secara kriteria MABIMS, posisi ini sudah memenuhi syarat imkanur rukyat

Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menyiapkan pemantauan rukyatul hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah/2026 sebagai bahan pertimbangan untuk sidang isbat penetapan yang dilaksanakan Kemenag RI pada Minggu (17/5) mendatang.

"Hasil pengamatan nantinya akan dilaporkan sebagai bahan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari di Banda Aceh, Rabu.

Azhari mengatakan pemantauan rukyatul hilal di Aceh sendiri dilakukan Minggu (17/5) menjelang magrib. Titik utama pengamatan berada di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

“Pemantauan hilal dilakukan dengan menggunakan instrumen astronomi dan melibatkan tim falakiyah," ujarnya.

Baca juga: Kemenag: Pemantauan hilal awal Zulhijah digelar di 88 titik

Ia mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idul Adha, yang akan diumumkan setelah sidang isbat selesai.

Sementara itu Ketua Tim Falakiyah Kemenag Aceh Alfirdaus Putra menjelaskan berdasarkan data hisab untuk lokasi Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, konjungsi terjadi pada 17 Mei 2026 pukul 03.01.03 WIB. Matahari terbenam pada pukul 18.46.41 WIB, sedangkan bulan terbenam pada pukul 19.22.19 WIB.

Dengan demikian lama waktu pengamatan hilal setelah matahari terbenam sekitar 36 menit. Saat matahari terbenam, tinggi bulan mencapai 6,78 derajat dengan elongasi geosentrik bulan-matahari sebesar 10,62 derajat. Luas permukaan bulan yang terlihat diperkirakan mencapai 0,73 persen.

Artinya, posisi hilal di Aceh pada waktu pengamatan itu telah memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS.

Baca juga: Sidang Isbat penetapan Idul Adha digelar 17 Mei 2026

“Hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di Lhoknga berpotensi terlihat, karena telah berada pada ketinggian 6,78 derajat dengan elongasi 10,62 derajat. Secara kriteria MABIMS, posisi ini sudah memenuhi syarat imkanur rukyat,” kata Alfirdaus.

Ia menyebutkan posisi bulan berada sekitar 6,22 derajat di sebelah kanan atas matahari. Dari arah barat, bulan berada sekitar 5,79 derajat ke arah utara.

“Peluang terlihatnya hilal cukup baik, terutama jika cuaca cerah dan ufuk barat tidak tertutup awan. Namun hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi pengamatan di lapangan dan keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat,” kata Alfirdaus.

Baca juga: Hoaks! Menag minta warga agar kurban dikelola pemerintah daripada potong sendiri

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.