Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) membagikan sebanyak 22 tong biopori jumbo kepada warga di Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan untuk edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah.
"Kita bagikan 22 tong yang telah dilubangi sebagai sarana biopori jumbo kepada 11 RW di Petukangan Utara," kata Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Hendrik Mindo Sihombing saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Hendrik mengatakan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber bukan sekadar program sementara, melainkan upaya bersama yang harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Gerakan tersebut sejalan dengan kebijakan yang akan diberlakukan mulai 1 Agustus 2026, di mana Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang tidak lagi menerima sampah tercampur.
"Keberhasilan pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu secara mandiri," ucapnya.
Menurutnya, sampah yang nantinya dapat dibuang ke TPST Bantargebang hanya sampah residu. Sementara, sampah organik dan anorganik harus sudah dipilah serta diolah dari sumbernya masing-masing.
Diharapkan pendistribusian yang dilakukan bisa sebagai percontohan terlebih dahulu untuk memantik partisipasi warga dalam mendukung program pilah dan pengolahan sampah.
"Ke depan akan kami distribusikan kembali. Kami juga menyarankan warga memanfaatkan barang bekas seperti ember cat atau galon bekas sebagai media biopori," ucapnya.
Sementara itu, Lurah Petukangan Utara, Ahmad Hasan Husaini berharap, seluruh warga dapat memahami dan menjalankan kewajiban pemilahan sampah di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan, warga yang tidak melakukan pemilahan sampah dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk itu, peran ketua RT dan RW dinilai penting sebagai pelopor perubahan perilaku masyarakat.
"Nantinya, setiap RT akan dilakukan pendataan terkait jumlah rumah yang telah melakukan pemilahan sampah sebagai bentuk monitoring progres wilayah," ucap Ahmad.
Baca juga: Pemkot Jaksel ajukan Rp16 miliar untuk percepat olah sampah organik
Baca juga: Gencarkan pilah sampah, Jaksel targetkan setiap RT punya satu biopori
Baca juga: Jaksel targetkan setop kirim sampah ke Bantargebang mulai 2027
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.