Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Rusia menyoroti perlunya mengatasi ketegangan akibat aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran guna memulihkan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Menurut pernyataan tertulis Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Kamis (14/5), Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Georgy Borisenko menggelar konsultasi di Moskow pada Rabu.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak bertukar pandangan mengenai berbagai isu Timur Tengah, termasuk konflik Palestina-Israel serta perkembangan di Lebanon, Suriah, dan Yaman.

"Interaksi dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam juga turut dibahas," sebut pernyataan itu.

Indonesia dan Rusia menekankan pentingnya mengatasi akar ketidakstabilan yang dipicu aksi militer AS dan Israel terhadap Iran.

Kedua negara juga menyoroti perlunya penyelesaian menyeluruh atas berbagai perbedaan guna memulihkan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Kedua pihak kembali menegaskan dukungan terhadap penyelesaian berbagai persoalan di kawasan sesuai hukum internasional dan Piagam PBB.

Mereka juga menekankan prinsip non-intervensi, penghormatan terhadap kedaulatan, dan keutuhan wilayah negara.

Pada akhir konsultasi, kedua pihak mencatat adanya kesamaan pandangan terhadap sejumlah isu yang dibahas dan sepakat melanjutkan komunikasi.

Baca juga: Temui Prabowo, Rosatom tawarkan kerja sama energi nuklir damai di RI
Baca juga: Dubes Tolchenov sebut kerja sama energi RI-Rusia terus berkembang

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.