Jakarta (ANTARA) - Pelatih Rajawali Medan Efri Meldi menyebut masa libur (offseason) kompetisi bukanlah waktu istirahat bagi pemain lokal yang timnya gagal lolos ke Playoff Indonesian Basketball League (IBL), melainkan momentum untuk meningkatkan kemampuan.

"Saya berpesan kepada pemain lokal di semua tim IBL, pesaing kalian itu pemain asing, jadi saya pikir tidak ada offseason khususnya bagi pemain yang timnya tidak lolos playoff," kata saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Menurut dia, para pemain lokal harus berlatih keras dan memanfaatkan waktu libur untuk mengejar kualitas pemain asing, guna bersaing lebih kompetitif pada musim berikutnya.

Tiga tim yang dipastikan tidak lolos ke playoff musim ini adalah Rajawali Medan, Pacific Caesar Surabaya, dan Satya Wacana Salatiga. Kondisi itu membuat banyak pemain lokal potensial kehilangan kesempatan merasakan atmosfer persaingan pada fase gugur.

Dia menjelaskan, kegagalan menembus playoff seharusnya tidak disikapi dengan penyesalan berkepanjangan, melainkan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas individu maupun tim.

Baca juga: Jadwal playoff IBL 2026: Satria Muda lawan Hangtuah jadi laga pembuka

Oleh sebab itu, peningkatan dalam aspek teknik, fisik, dan mental harus dilakukan agar lebih siap menghadapi musim berikutnya.

"Saya pernah bilang, bahwa rata-rata pemain saya (Rajawal Medan), punya pengalaman bermain di liga hanya dua hingga tiga musim, sehingga ada gap pengalaman dengan pemain asing yang mungkin mereka sudah memiliki pengalaman dan jam terbang yang lebih tinggi," ujar dia.

Sementara itu, Rajawali Medan pada musim 2026 hanya terpaut satu kemenangan dari tim peringkat kedelapan, RANS Simba Bogor, sehingga gagal mengamankan tiket playoff.

Sedangkan Pacific Caesar Surabaya dan Satya Wacana Salatiga menutup musim di papan bawah klasemen dengan raihan kurang dari lima kemenangan.

Baca juga: Klasemen akhir IBL: Pelita Jaya peringkat pertama musim reguler

Baca juga: Pelita Jaya tutup musim reguler dengan kemenangan lawan Satria Muda

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.