Jakarta (ANTARA) - Warga Jakarta yang tergabung dalam Komunitas Warga Jaga Jakarta (Komwaja) mendukung upaya PAM Jaya dalam mewujudkan akses air bersih merata 100 persen di seluruh wilayah ibu kota pada 2029.

"Air bersih adalah hak dasar setiap warga negara, dan kehadiran komunitas ini berperan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, pengelola layanan, dan pemangku kebijakan,” kata Ketua Umum Komwaja, Anwar Sjani di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan masih banyak warga Jakarta, terutama di wilayah pinggiran dan beberapa titik di Jakarta Timur yang belum menikmati layanan air bersih dari perpipaan resmi.

Selain itu, masih ada warga yang bergantung pada air tanah atau membeli air dengan biaya mahal.

Anwar ingin memastikan target layanan perpipaan 100 persen pada tahun 2029 bukan sekadar angka.

“Kami berharap ini menjadi kenyataan yang bisa dirasakan seluruh warga,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Teknik PAM Jaya Ahmad Santika menjelaskan peta jalan dan langkah strategis PAM JAYA untuk memperluas jaringan perpipaan dan meningkatkan kapasitas produksi.

Pihaknya juga menjelaskan cara mengatasi tantangan teknis seperti ketersediaan air baku, pemeliharaan infrastruktur, dan penyelesaian wilayah yang belum terjangkau air perpipaan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain agar target 2029 dapat tercapai dengan kualitas layanan yang tetap terjaga,” katanya

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Sardi Wahab menegaskan regulasi, penyediaan anggaran, serta penyelesaian hambatan administrasi dan lahan sering menjadi kendala pengembangan jaringan air bersih.

Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar hak warga atas air bersih terpenuhi dengan baik dan berkeadilan.

“Kami berharap agar program cakupan 100 persen air bersih di Jakarta dapat tercapai,” kata dia.

Aktivis lingkungan Rudi Darmawanto mengatakan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan penyediaan air dan pelestarian sumber daya air.

Ia menekankan bahwa perluasan layanan harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang baik agar ketersediaan air baku tetap terjamin untuk generasi mendatang.

“Pemerintah juga harus berupaya mengurangi eksploitasi air tanah yang berisiko menyebabkan penurunan permukaan tanah,” kata dia.

Baca juga: PAM Jaya dan komunitas warga sosialisasikan agar tak gunakan air tanah

Baca juga: PAM Jaya dorong warga pakai toren untuk cadangan air

Baca juga: Cakupan layanan air bersih Jakarta capai 81 persen

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.